Derek Liar Resahkan Pemobil di Halim Cuma Kena Denda, Ini Sebabnya

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 17:14 WIB
Polisi tangkap sopir derek liar di Tol Halim, Kamis (15/4/2021).
Truk derek liar yang meresahkan pengendara di Halim diamankan polisi. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polisi menilang YJ, sopir derek liar di Jalan Tol Halim, Jakarta Timur. YJ ditilang karena melanggar rambu, dengan ancaman denda maksimal Rp 500 ribu.

"Sementara ini masih kita dalami kita persangkakan Pasal 287 UU LLAJ, karena ini tidak boleh masuk jalan tol. Jadi pelanggaran kita kenakan sementara pelanggaran terkait rambu dengan hukuman dua bulan penjara dengan denda Rp 500 ribu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Pasal 287 UU LLAJ berbunyi:

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106ayat (4) huruf a atau marka jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu."

YJ diamankan hari ini di Km 10 Jalan Tol Cikunir arah Bekasi. Saat dilakukan penangkapan, polisi menemukan mobil derek dan tiga pelaku lainnya.

Namun tiga pelaku tersebut berhasil melarikan diri. Hingga saat ini ketiganya masih dikejar polisi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan bahwa YJ juga dijerat dengan Pasal 288 ayat (1) dan (2) UU LLAJ karena tidak memiliki STNK dan SIM.

Pasal 288 ayat (1) berbunyi:

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu."


Pasal 288 ayat (2) berbunyi:

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi yang sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan dan/atau denda paling banyak Rp 250."


Polisi imbau korban melapor, simak di halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2