Gubernur Banten Siap Buka Sayembara Desain Tugu Pamulang Baru

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 16:44 WIB
Wahidin Halim
Foto: Pemprov banten
Jakarta -

Gubernur Banten, Wahidin Halim menegaskan Tugu Pamulang sebenarnya sudah rampung dibangun Pemprov Banten pada tahun anggaran 2018. Namun untuk memenuhi keinginan publik, perubahan pada bentuk tugu tersebut, gambar dan desainnya akan disayembarakan secara terbuka.

Ia menjelaskan sayembara ini dilakukan dalam rangka menanggapi berbagai isu. Utamanya adalah isu tentang Tugu Pamulang di Tangerang Selatan yang menimbulkan polemik dan kritik.

"Setelah saya menggali persoalan, mempelajari tentang latar belakang dan lain sebagainya, perlu saya tegaskan bahwa pembangunan tugu atau menara itu dibangun tahun 2018 dan sudah dinyatakan selesai final. Tugu itu dibangun dengan latar belakang dan pertimbangan, karena sebelumnya lokasi itu kumuh. Ada baliho yang rusak, miring, dan di bawahnya juga banyak sampah-sampah," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (15/4/2021).

Menurutnya dalam rangka revitalisasi, salah satu konsep penanganannya yaitu dengan membangun tugu yang merupakan lahan milik Pemprov Banten. Selanjutnya, sekarang terjadi perbedaan soal Tugu Pamulang yang telah selesai dibangun 2018 tersebut, namun pihaknya meyakini bangunan tersebut merupakan simbolisasi dan juga melatarbelakangi tentang suatu kondisi.

"Bagaimana mengkolaborasi simbol-simbol yang ada, seperti di sana terdapat Pusat Penelitian Ilmu dan Teknologi (Puspitek) dan tiangnya yang menggambarkan tentang kondisi enam (6) kecamatan yang ada. Tentunya ada pertimbangan-pertimbangan filosofis yang perencana sendiri bertanggung jawab terhadap hasil dari perencanaan secara teknis," katanya.

Ia mengatakan pembangunan sudah selesai, kalau menimbulkan ketidakpuasan di masyarakat itu hak masyarakat, kalau menimbulkan opini itu juga hak demokratis, dan kalau itu memang diperlukan ada perubahan tentunya membutuhkan pertimbangan dengan kondisi anggaran yang ada di Pemprov Banten. Menurutnya kalau mau dibangun lagi konsepnya bukan berdasarkan Pemkot Tangsel atau siapapun tapi dari publik.

"Ya sudah sayembarakan sekalian, kita undang publik. Menurut publik mana yang bagus silakan desain. Kita sayembarakan nanti melalui proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ungkapnya.

"Tapi sementara ini kita pastikan bahwa itu sudah final, sudah jadi. Yang kita lakukan, kalaupun diperlukan perubahan sesuai dengan selera publik atau karena perbedaan pendapat secara demokratis. Hari ini saya umumkan sayembara, siapa punya gambar dan desain yang bagus berdasarkan pertimbangan estetika arsitektur, kami tunggu," pungkas Wahidin.

(mul/ega)