d'Legislasi

Pancasila dan Bahasa Indonesia Hilang dari Standar Nasional Pendidikan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 16:13 WIB
Uji coba pembelajaran tatap muka di SMPN 1 Boyolali, Rabu (14/4/2021).
Foto: Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di sekolah (Ragil Ajiyanto/detikcom)


Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menduga hilangnya Pancasila dan Bahasa Indonesia ini merupakan kesalahan tim penyusun. Kesalahan tersebut ada pada prosedural, formal hingga substansial.

"Kami menduga, hilangnya Pancasila dan Bahasa Indonesia ini merupakan kesalahan tim penyusun baik secara prosedural, formal, maupun substansial", kata Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/4/2021).

P2G menilai hilangnya Pancasila dan Bahasa Indonesia dalam kurikulum Perguruan Tinggi ini murni keteledoran tim penyusun (human error). Bukan atas dasar kesengajaan yang tentunya bertentangan dengan Undang-Undang.

Dia menjelaskan adapun untuk struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang juga seolah-olah menghilangkan istilah Pancasila dan Bahasa Indonesia, sebab yang ditulis dalam PP SNP hanya "Pendidikan Kewarganegaraan" dan "Bahasa", ini dapat kami maklumi. Sebab UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 37 (angka 1) juga secara koheren hanya memuat nomenklatur Pendidikan Kewarganegaraan (tanpa Pancasila) dan Bahasa (tanpa Indonesia).

"Namun, dalam struktur dan implementasi Kurikulum di pendidikan dasar dan menengah, mata pelajaran "Pendidikan Kewarganegaraan" (PKn) sudah diubah menjadi "Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan" (PPKn), setidaknya inilah yang termuat dalam struktur Kurikulum 2013 di sekolah/madrasah. Begitu pula pelajaran Bahasa Indonesia yang juga termuat dalam struktur kurikulum sekolah/madrasah hingga detik ini," ungkapnya.

Halaman

(rdp/tor)