Usut Aduan Sandi 'Pembongkar Korupsi', Jaksa Sudah Periksa 9 Saksi

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 15:00 WIB
Kasi Intel Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto,
Kasi Intel Kejari Depok Herlangga Wisnu Murdianto (Sachril Agustin/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok mendalami adanya dugaan korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok. Hari ini ada tambahan keterangan dari dua orang.

"Jadi pada hari ini menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap kasus dugaan korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran, Kejaksaan Negeri Depok telah memanggil, melakukan pemanggilan secara resmi kepada lima orang. Namun termonitor hingga pukul 11.00 WIB, yang dapat hadir dua orang," kata Kasi Intel Kejari Depok Herlangga Wisnu Murdianto di kantor Kejari Depok, Kamis (15/4/2021).

Herlangga mengatakan dua orang yang hadir ke Kejari Depok adalah eks Sekretaris Dinas Damkar Kota Depok periode 2018 dan Bendahara Damkar.

Sedangkan tiga orang yang tak hadir adalah pegawai honorer. Herlangga menerangkan belum ada penjelasan atas ketidakhadiran tiga pegawai honorer itu.

"Untuk tiga orang yang akan dipanggil namun tidak hadir hingga saat ini belum ada konfirmasi dari yang bersangkutan. Namun kita bisa melakukan pemanggilan ulang mungkin di hari Senin atau Selasa," ujarnya.

Lalu, apakah Kadis Damkar Kota Depok Gandara juga akan dipanggil Kejari?

"Seperti saya katakan tadi, untuk kepala dinas belum ada (pemanggilan) karena belum menyentuh ke sana. Ini kan akan merangkai keterangan yang sudah kita panggil. Jadi tidak ujug-ujug memanggil Kepala Dinas," jelasnya.

Lebih lanjut Herlangga mengatakan sejauh ini sudah ada sembilan orang yang dimintai klarifikasi. Keterangan yang diminta itu hanya sebatas materi.

"Untuk yang sudah dimintai keterangan hingga hari ini, per hari ini berarti 9 orang. (Hasil dari pemanggilan) itu masih materi, kita belum dapat memberitahukan kepada teman-teman," kata Herlangga.

Sandi, kata Herlangga, juga telah datang ke Kejari Depok. Sandi dicecar 35 pertanyaan.

"Sandi kemarin memang secara resmi kita tidak memanggil. Namun yang bersangkutan inisiatif sendiri datang ke Kajari Depok untuk melakukan klarifikasi. Dalam arti kata dia sebagai orang yang melakukan aksi untuk membongkar dugaan tindak pidana korupsi di damkar, yang bersangkutan berinisiatif untuk datang, memberitahukan dan memberikan data-data kepada kita supaya mempermudah proses. Jadi kita belum memanggil secara resmi kepada Sandi," tuturnya.

(sab/eva)