Rentetan Peristiwa yang Bikin Partai Demokrat Merasa Dikhianati Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 10:54 WIB
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tiba bertemu Presiden Joko Widodo (jokowi), di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (22/05/2019).
AHY tampak memasuki Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5/2019) pukul 08.52 WIB.
Saat AHY bertemu Jokowi di Istana Negara (Rengga Sancaya/detikcom)

Partai Demokrat, kata Andi Arief, menganggap perubahan ajakan tersebut lumrah dalam politik. Dia menganggap perubahan sikap Jokowi itu terjadi karena ada tekanan.

"Namun Partai Demokrat menganggap Pak Jokowi yang pernah khianati janji itu hal biasa dalam politik, meski bagi kami yang memiliki standar etika politik tidak mengenal cara itu. Kami memahami mungkin saja saat itu terjadi perubahan pemikiran atau munculnya banyak tekanan," ujarnya.

Elite PDIP Hendrawan Supratikno menilai kata khianat dalam politik adalah berlebihan.

"Kata atau diksi 'mengkhianati' untuk menggambarkan dinamika politik, rasanya berlebihan. Lobi-lobi politik merupakan forum berbagi informasi, harapan, dan komitmen. Ada proses evaluasi dan pemantauan realisasi komitmen," kata Hendrawan kepada wartawan, Kamis (14/4/2021).

Hendrawan menekankan agar Andi Arief tidak menjinjing harapan lebih saat lobi-lobi kabinet.

"Andi Arief jangan menjinjing harapan berlebih (over-expectation) dalam forum-forum lobi, atau menyandera forum lobi untuk kepentingan politik yang sempit. Ini berbahaya, karena akan mereduksi kepentingan nasional sebagai politik berebut kursi atau jabatan," tutur dia.

Halaman

(rdp/tor)