Rentetan Peristiwa yang Bikin Partai Demokrat Merasa Dikhianati Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 10:54 WIB
Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tiba bertemu Presiden Joko Widodo (jokowi), di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (22/05/2019).
AHY tampak memasuki Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5/2019) pukul 08.52 WIB.
Saat AHY bertemu Jokowi di Istana Negara (Rengga Sancaya/detikcom)

PD Tak Masuk Kabinet

Senin, 21 Oktober 2019, Jokowi mengenalkan calon-calon menterinya dengan cara memanggil ke Istana. Dua hari proses pengenalan terbuka itu dilakukan, dua hari pula tak tampak batang hidung kader Partai Demokrat.

Hingga Rabu (23/10), Jokowi akhirnya resmi mengumumkan dan melantik jajaran menteri yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju. Tak ada satu pun kader atau perwakilan Demokrat di daftar tersebut.

Andi Arief mengaku memaklumi keputusan Jokowi. Meski Jokowi secara langsung mengajak Demokrat masuk ke pemerintahan, ajakan itu belum jadi kenyataan.

"Partai Demokrat memahami jika akhirnya ajakan Pak Jokowi belum bisa diperjuangkan oleh Pak Jokowi sendiri saat ini. Sukses buat kabinet baru," kata Andi Arief.

"Selamat bekerja, sukses dan amanah!" katanya.

PD Merasa Dikhianati

Momen saat PD tak masuk dalam Kabinet Indonesia Maju ini kembali diungkit saat Jokowi hendak mengocok ulang kabinetnya.

Untuk diketahui, isu kocok ulang atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju sebelumnya menyeruak seiring peleburan Kemenristek ke Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi. Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin menyebut Jokowi dalam waktu dekat ini akan melantik dua menteri tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Ngabalin di akun Twitter seperti dilihat pada Rabu (14/4). Namun Ngabalin tidak mengetahui pasti apakah ada menteri baru lain yang juga akan dilantik.

Menanggapi isu reshuffle ini, Demokrat mengungkit proses penyusunan Kabinet Indonesia Maju pada 2019. Kini, PD menuding Jokowi berkhianat. PD yakin tak akan diajak bicara soal reshuffle ini.

"Tidak mungkin ada tawaran atau ada utusan. Karena set up politik rezim sekarang memaksa Demokrat dan PKS menjadi oposisi. Demokrat pernah diajak Pak Jokowi duduk di kabinet awal pemerintahan kedua," kata Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief, kepada wartawan, Rabu (14/4/2021).

Andi Arief mengklaim Demokrat sempat diajak masuk ke kabinet Jokowi di awal periode kedua. Namun, Andi Arief menyebut Jokowi malah mengkhianati ajakannya itu sendiri.

"Sekali lagi diajak, bukan meminta. Namun yang mengkhianati ajakan itu ya Pak Jokowi. Kami mengartikannya bahwa kami ditakdirkan mengambil peran menjadi oposisi," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3