Isu Reshuffle Menguat, PKS Tetap Oposisi atau Gabung Barisan Jokowi?

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 07:45 WIB
Wakil BPN Prabowo-Sandiaga dan TKN Jokowi-Maruf Amin hadiri diskusi bertema Debat IV: Isu Khilafah, Pancasila hingga Proxy War. Seperti apa keseruannya?
Mardani Ali Sera (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Isu reshuffle kabinet terus menguat. PKS, sebagai partai yang berada di luar pemerintahan, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak asal mengganti menteri.

"Pertama, dasar reshuffle hendaknya berbasis data akurat dan adil. Pesan untuk Pak Jokowi, walau angkat menteri hak prerogatif presiden, tetap prinsip tata kelola dan efektivitas pemerintahan mesti jadi pertimbangan," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Rabu (14/4/2021).

Reshuffle kabinet yang berembus ialah perombakan di sektor pendidikan dan investasi. PKS pun berharap Jokowi tak melakukan politik dagang sapi terkait reshuffle.

"Jangan politik dagang sapi lagi. Ini sudah periode kedua," ujar Mardani.

Menurut Mardani, ada sejumlah hal yang perlu dikejar Jokowi pada periode kedua. Mardani menyebut perbaikan ekonomi dan pandemi Corona harus menjadi fokus Jokowi.

"Kedua, Pak Jokowi punya visi dan misi yang perlu dikejar. Pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan, reformasi birokrasi hingga penanganan COVID-19 menjadi pekerjaan utama," ucapnya.

Lalu, apakah PKS akan bergabung dengan barisan Jokowi?

"Siapa dan kementerian mana saja, monggo saja diputuskan. PKS akan istiqomah menjadi oposisi," ujar Mardani.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Lihat Video: Pengamat Nilai Jatah Menteri Profesional Akan Dikorbankan Jika PAN Gabung

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2