Round-Up

Menanti Tanda-tanda Reshuffle Kabinet dari Istana

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 07:01 WIB
Jakarta -

Isu reshuffle kabinet berembus lagi. Kabar-kabar yang sudah mulai muncul belum juga menjadi nyata. Tanda-tanda reshuffle dari Istana masih terus dinanti.

Awalnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal melantik dua menteri dalam waktu dekat. Dua menteri itu adalah sosok yang bakal memimpin hasil fusi Kemendikbud dengan Kemenristek, serta sosok yang bakal memimpin Kementerian Investasi.

"Presiden Insya Allah akan melantik menteri baru (1) Menteri Dikbud/Ristek (2) Menteri Investasi/Kepala BKPM. Adakah menteri-menteri lain yang akan dilantik, kapan & siapa para beliau itu? Wallahu'alam bisshowaab itu hak prerogatif Presiden & kita tunggu saja. #KabinetIndonesiaMaju," cuit Ngabalin lewat akun Twitter-nya, Rabu (14/4).

Ali mochtar ngabalinAli mochtar ngabalin Foto: Ardian Fanani

Ketua DPP PKB Faisol Riza menyebut bakal ada dua lagi pos kementerian yang terkena reshuffle, di luar Kemenristekdikti-Kemendikbud dan Kementerian Investasi. Kini, kata Faisol, pihak yang berkepentingan sedang melakukan kajian terhadap dua kementerian itu.

"Masih ada dua pos, masih dalam kajian," kata Faisol.

Sinyal reshuffle Kabinet Indonesia Maju ini juga dibenarkan oleh juru bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi. Ma'ruf disebut sudah diajak berdiskusi dengan Jokowi terkait reshuffle kabinet.

"Kalau terkait dengan soal apakah nanti ada reshuffle, tentu Wapres udah rembukan, diajak rembukan oleh presiden," kata Masduki dalam konferensi pers secara daring, Senin (12/4). Masduki menjawab pertanyaan wartawan terkait ada-tidaknya reshuffle sehubungan dengan disetujuinya pembentukan Kementerian Investasi dan penggabungan Kemendikbud dengan Kemenristek.

Selanjutnya, hasil survei soal reshuffle:

Menurut survei opini publik terbaru, ada sejumlah menteri-menteri yang dinilai layak di-reshuffle. Survei ini dilakukan oleh lembaga Indonesia Political Opinion (IPO).

Survei dilakukan pada 10-22 Maret dan dilanjutkan dengan tabulasi serta analisis sampai 4 April, melibatkan 1.200 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling, sampling error 2,5%, dengan tingkat akurasi data 97%. Hasil survei dipaparkan oleh Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah.

Menteri yang dianggap paling tak memuaskan
1. Yasonna H Laoly: 50%
2. Ida Fauziyah: 45%
3. Zainudin Amali: 40%
4. Syahrul Yasin Limpo: 33%
5. Tjahjo Kumolo: 31%

Kementerian yang diharapkan di-reshuffle
1. Kemenko Perekonomian: 36%
2. Kemenko Polhukam: 24%
3. Kemenko Maritim dan Investasi: 11%
4. Kemenko PMK: 29%

Menteri di bawah Kemenko Perekonomian yang diharapkan di-reshuffle
1. Ida Fauziyah: 46%
2. Teten Masduki: 28%
3. Syahrul Yasin Limpo: 27%
4. Wahyu Sakti Trenggono: 30%
5. Siti Nurbaya Bakar: 23%
6. Arifin Tasrif: 19%

Menteri di bawah Kemenko Polhukam yang diharapkan di-reshuffle
1. Yasonna H Laoly: 54%
2. Tjahjo Kumolo: 34%
3. Johnny G Plate: 29%

Menteri di bawah Kemenko PMK yang diharapkan di-reshuffle
1. Zainudin Amali: 41%
2. I Gusti Ayu Bintang Darmawati: 15%
3. Abdul Halim Iskandar: 12%

Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menilai Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan perlu di-reshuffle. Soalnya, dia menilai Nadiem tidak menunjukkan kinerja yang baik selama Pandemi COVID-19.

Mantan Wakil Menteir Pendidikan dan Kebudayaan, Fasli Jalal, menilai Nadiem sudah berada di depan dua arah: lurus terus atau balik kanan alias berhenti menjadi menteri.

"Jadi saya pikir di persimpangan jalan Nadiem ini," kata Fasli kepada wartawan, Rabu (14/4).

Mendikbud Nadiem Makariem melakukan rapat kerja dengan Komisi X DRI. Rapat tersebut membahas perkembangan program 1 juta PPPK Tahun 2021.Mendikbud Nadiem Makariem melakukan rapat kerja dengan Komisi X DRI. Rapat tersebut membahas perkembangan program 1 juta PPPK Tahun 2021. Foto: Rengga Sencaya

Untuk mengganti Nadiem di posisi menteri, nama Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, muncul di bursa.

Selanjutnya, Moeldoko hingga Sofyan Djalil juga diharapkan di-reshuffle:

Ada pula duga-duga lain. Jokowi Mania (JoMan) menilai yang layak kena reshuffle adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil.

Desas desus berembus, komentar menguar, kabar-kabar tersebar, namun kepastian dari Istana soal siapa dan kapan akan di-reshuffle masih dinanti. Politikus berspekulasi.

"Mungkin saja Rabu Pahing atau Kliwon pekan depan, semuanya pasti hari yang baik," kata Wakil Ketua Umum Jazilul Fawaid kepada wartawan, Selasa (13/4) malam.

Ketua Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat, Herman Khaeron, menilai yang paling pantas diganti adalah Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko. Soalnya, Moeldoko sudah bikin ribut Demokrat.

MoeldokoMoeldoko Foto: KSP

Meski begitu, pakar politik Universitas Airlangga (Unair) Prof Kacung Marijan menilai Moeldoko bakal aman dari reshuffle.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi sering melantik menteri-menteri baru hasil reshuffle pada hari Rabu, biasanya Rabu Pon atau Rabu Pahing. Tiga reshuffle dilakukan pada Rabu Pon, dua kali sisanya dilakukan pada Rabu Pahing menurut kalender Jawa.

Namun orang dalam Istana sendiri belum memastikan sampai level hari, melainkan hanya sampai level pekan. Hal ini sudah diungkapkan oleh Ngabalin. Kabarnya, reshuffle memang pekan ini.

"Insyaallah kalau tidak ada aral melintang pekan-pekan ini. Karena kan Pak Jokowi itu kalau sudah ada satu keputusan kan tanggal 30 Maret kemarin kan surat dikirim ke DPR yang isinya itu rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud, karena banyak tugas fungsi dan perannya Menristek itu dikerjakan BRIN. Jadi Kemendikbud dan Ristek serta pembentukan Kementerian Investasi," kata Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi, Selasa (13/4) lalu.

(dnu/lir)