Isu Reshuffle Kabinet

Nadiem Makarim Disorot, Abdul Mu'ti Menguat

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 16:32 WIB
Jakarta -

Di tengah isu reshuffle kabinet yang memanas, nama Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti kembali muncul di bursa. Kali ini Mu'ti tidak muncul di bursa calon wakil menteri, melainkan mengemuka sebagai calon menteri pengganti Nadiem Makarim, yang isu santernya akan kena reshuffle kabinet. Benarkah?

Banyaknya kontroversi membuat banyak pihak mendorong Nadiem Makarim dievaluasi. Salah satu yang mendorong Nadiem Makarim dievaluasi adalah Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno. Ia menilai, selama pandemi COVID-19 ini, Nadiem Makarim tak menunjukkan performanya.

Sementara itu, pakar pendidikan yang juga mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Fasli Jalal menuturkan Nadiem Makarim di persimpangan jalan.

"Memang Nadiem siap terima risiko dan dia akan jalan terus (meski banyak kritik). Cuma risikonya pada guncangan politik dan pendidikan menurut saya perlu tertata semua. Jadi saya pikir di persimpangan jalan Nadiem ini," kata Fasli Jalal kepada wartawan, Rabu (14/4/2021).

Namun, meski kerap mengkritik kebijakan Mendikbud yang kadang kontroversial, Fasli Jalal memandang Nadiem masih perlu diberi waktu. "Kita beri kesempatan dia untuk bekerja lebih keras. Mudah-mudahan Nadiem makin berpengalaman, dia kan orang baru, nggak mungkin orang baru langsung sukses. Mungkin cari Wakil Menteri senior yang orang dekat Presiden tapi juga dihargai di bidang pendidikan. Kalau kombinasi ini, saya kira lebih baik," sarannya.

Bicara soal wakil menteri, sebetulnya Presiden Jokowi pernah hampir mengangkat seorang wakil Mendikbud. Namun tawaran yang dialamatkan ke Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti tersebut ditolak. Melalui akun media sosialnya, Abdul Mu'ti mengungkap alasan menolak tawaran pada pengujung 2020 itu.

"Awalnya, ketika dihubungi oleh Pak Mensesneg dan Mas Mendikbud, saya menyatakan bersedia bergabung jika diberi amanah. Tetapi, setelah mengukur kemampuan diri, saya berubah pikiran. Semoga ini adalah pilihan yang terbaik. Setelah melalui berbagai pertimbangan, saya memutuskan tidak bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju dalam jabatan wakil menteri. Saya merasa tidak akan mampu mengemban amanah yang sangat berat itu. Saya bukanlah figur yang tepat untuk amanah tersebut," kata Mu'ti lewat akun Twitter @Abe_Mukti, Rabu (23/12/2020) lalu.

Selanjutnya, nama Abdul Mu'ti menguat:

Selanjutnya
Halaman
1 2