Terima Bantuan Rp 500 Juta, Kemensos Bangun Rumah Korban Banjir NTT

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 16:30 WIB
Sido Muncul
Foto: Jihaan Khoirunnisaa/detikcom
Jakarta -

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp 500 juta ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Bantuan akan segera didistribusikan untuk korban bencana banjir bandang di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Diketahui, banjir bandang melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (4/4). Bencana tersebut menelan ratusan korban jiwa dan menyebabkan kerugian materiil.

"Ini (bantuan) kedua ya. Kemarin di Sulawesi, terus ini adalah bantuan yang kami serahkan untuk saudara-saudara kita yang (terkena) banjir bandang di NTT, " ujar Direktur PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Rabu (14/4/2021).

"Ini sebagai tanda saya percaya pemerintah. Saya ikut merasakan bencana yang menimpa masyarakat di NTT, tentunya sangat berat bagi mereka. Saya berharap bantuan ini sedikit meringankan mereka, " lanjutnya.

Bantuan yang diserahkan Sido Muncul mendapat sambutan baik dari Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini. Risma mengapresiasi upaya inisiasi dari Sido Muncul untuk membantu para korban yang tengah menghadapi situasi sulit.

Risma menjelaskan bantuan tersebut akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dasar korban di seluruh wilayah yang terdampak bencana.

"Saat ini untuk kebutuhan makanan, kita juga kirim dari Surabaya. Jadi terus menerus begitu menipis kita langsung kirim. Ini kita nyebar, jadi bukan hanya Adonara dan Lembata yang jumlah korban besar. Kita juga kirim ke Sumba Timur, Alor, " kata Risma.

Selain makanan, Risma menyebut pihaknya akan berfokus pada upaya membangun kembali rumah yang rusak akibat diterjang banjir, baik yang rusak ringan maupun berat. Hal ini mengingat sebagian besar korban masih tinggal di tempat pengungsian.

"Kemarin kita sumbangkan untuk permakanan. Ini nanti mungkin kita akan sumbangkan untuk pembangunan rumah, terutama warga yang sudah siap lahannya, " terang Risma.

"Tapi akan lebih baik untuk pembangunan rumah karena mereka berada di tempat pengungsian yang kondisinya memprihatinkan," imbuhnya.

Diungkapkan Risma, dalam melaksanakan pembangunan rumah bagi para korban Kemensos turut bekerja sama dengan BNPB. Dia menyebut BNPB telah menyiapkan anggaran khusus untuk pembangunan rumah, yaitu sekitar Rp 50 juta per rumah.

"Sebetulnya ada anggaran dariBNPB. Kalau nanti mereka relokasi, mereka pindah maka PU yang menangani. Sedangkan bantuan rumah ada diBNPB. Ada anggarannya Rp 50 juta per rumah. Nanti kita bisa lihat di mana kita gunakan itu,"tuturnya.

Tidak hanya itu, Risma menyebut dirinya juga akan berupaya dalam memberikan trauma healing bagi masyarakat. Sebab menurutnya masalah kesehatan mental korban bencana banjir NTT perlu segera ditangani dengan baik.

"Trauma healing bukan hanya untuk anak-anak tapi keluarga. Ada keluarga yang kehilangan 7 anggotanya. Kami juga bekerja sama dengan psikolog, berangkat ke sana," pungkasnya.

(ega/ega)