Habib Rizieq ke Bima Arya: Saya Pasien Dilaporkan, Apa Dosa Saya?

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 15:05 WIB
Jakarta -

Terdakwa penyebaran berita bohong terkait hasil tes swab dalam kasus RS Ummi, Habib Rizieq, mencecar Wali Kota Bogor Bima Arya di persidangan. Habib Rizieq heran dirinya dipolisikan dalam perkara ini.

"Dengan dasar hukum Anda sebagai Kepala Satgas COVID Kota Bogor, Anda memaksakan saya, memaksakan RS Ummi membuat laporan kepastian kondisi. Kita masih nunggu PCR, kok," kata Habib Rizieq di persidangan, PN Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021).

"Yang kita tuntut pelaporan tadi," jawab Bima Arya.

"Sekarang kalau pelaporan, yang dilaporkan bukan RS Ummi saja. Saya pasien dilaporkan. Apa dosa saya?" timpal Habib Rizieq lagi.

Habib Rizieq kemudian menjelaskan alasan mengapa saat itu tidak bisa melaporkan hasil swab-nya. Sebab, lanjutnya, hasil swab-nya belum keluar saat itu.

"Jadi anda punya rencana apa? Makanya tadi saya katakan, 26 anda datang ke RS, 27 RS Dateng, 28 langsung lapor polisi. Sigap betul. Semangat betul memenjarakan orang, semangat betul mengkriminalkan orang. Hati-hati ya Pak Bima kasus saya ini yang sedang disidang, kita sedang membuktikan kalau di sidang ini apakah terjadi kriminalisasi terhadap pasien, apakah terjadi kriminalisasi terhadap para dokter, apakah terjadi kriminalisasi terhadap RS Ummi. RS Ummi ini kan RS rujukan Covid di Bogor. Artinya anda tunjuk RS Ummi. Berarti RS Ummi tempat yang tepat untuk saya berobat," tutur Habib Rizieq.

"Sekarang pertanyaan saya yang saya ingin dijawab oleh Saudara Bima Arya. Saya salah, terlepas bicara Covid atau bukan. Katakan COVID. Saya sakit, saya datang ke RS rujukan COVID. Kemudian saya dirawat oleh dokter spesialis, dirawat dengan baik. Sehingga dalam waktu 1 hari saja saya punya kondisi bugar luar biasa," imbuhnya.

Habib Rizieq kemudian bertanya ke Bima Arya mengapa tidak membantu RS Ummi untuk meluruskan kesalahannya terkait kasus swab-nya tersebut. Dia bertanya mengapa Bima Arya justru memidanakan RS Ummi.

"Kenapa Anda sebagai satgas COVID tidak membantu RS Ummi untuk meluruskan yang salah. Kalau salah, diluruskan. Kenapa malah dipidanakan?" tanya Habib Rizieq.

"Kita laporkan karena tidak ada komitmen," jawab Bima Arya.

Habib Rizieq kembali menjelaskan bahwa saat tes swab dilakukan oleh MER-C, pihak Satgas COVID-19 Kota Bogor, yang disebut akan mendampingi, terlambat datang. Menurutnya, kala itu, Bima Arya yang hadir memaklumi dan hanya meminta hasil swab-nya.

"2 jam lebih nunggu Anda tidak datang. Begitu Anda datang, Anda memaklumi. 'Kami memaklumi, yang penting kami minta hasilnya'," kata Habib Rizieq.

"RS Ummi mengatakan tunggu hasil PCR. Hasil PCR masuk, RS Ummi akan memberikan laporan. Anda tidak sabar. Besoknya laporkan polisi," imbuh dia lagi.

Diketahui, Habib Rizieq hari ini bersama Dirut RS Ummi dr Andi Tatat dan menantunya, Hanif Alatas, akan menjalani sidang lanjutan kasus swab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Habib Rizieq didakwa menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab dalam kasus RS Ummi. Jaksa menilai perbuatan Habib Rizieq menimbulkan keonaran di masyarakat.

Atas perbuatannya, Habib Rizieq dijerat pasal berlapis. Berikut ini pasal yang menjerat Habib Rizieq dalam kasus tes swab RS Ummi:

Pertama primer: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Subsider: Pasal 14 ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Lebih subsider: Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau
Kedua: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau
Ketiga: Pasal 216 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(mae/fjp)