Teroris Bantu Pasutri Bomber Ditangkap Jadi 31 Orang, Ada Senapan Diamankan

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 15:00 WIB
Makassar -

Densus 88 Mabes Polri bersama Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menangkap lagi dua orang terduga teroris di wilayah Sulsel yang diduga membantu dan mendukung aksi bom bunuh diri pasangan suami-istri (pasutri) di Gereja Katedral. Dengan demikian, total 31 orang terduga teroris yang diamankan berserta barang sejumlah barang bukti seperti senapan.

"Seluruhnya 31 orang ini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk pengembangan kasusnya," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan kepada detikcom, Rabu (14/3/2021).

Zulpan mengatakan tujuh unit handphone dan sebuah senapan angin disita aparat dari penangkapan terbaru yang dilakukan di Gowa dan Makassar. Dia menyebut jumlah yang diamankan tidak menutup kemungkinan akan bertambah.

"Kemarin hasil penangkapan terhadap beberapa orang terakhir kemarin, termasuk di Gowa juga, itu Densus mengamankan barang bukti 7 buah handphone kemudian juga ada senjata rakitan (senapan angin)," ujar Zulpan.

Menurut Zulpan, sejumlah handphone yang disita di dalamnya terdapat grup WhatsApp para terduga teroris. Grup ini disebut menyimpan riwayat percakapan mengenai jaringan para pelaku.

"Dan juga dari handphone tersebut ditemukan ada grup (WhatsApp) dari kelompok mereka. Di situ bisa terlihat persepakatan dan komunitas yang mereka bangun selama ini," katanya.

Saat ditanya adanya perencanaan teror di dalam grup WhatsApp tersebut, Zulpan mengaku hal itu tengah didalami penyidik Densus.

"Nantilah, diperiksa Tim Densus kalau masalah itu. Yang jelas, ada grup WhatsApp, apa pembicaraannya apa, ini lagi diperiksa Tim Densus," katanya.

Sebelumnya diberitakan, hingga Selasa (13/4) lalu Densus 88 Mabes Polri bersama Polda Sulsel mengamankan 29 terduga teroris di Sulsel yang mendukung aksi bom bunuh diri pasangan suami-istri (pasutri) di Gereja Katedral Makassar. Mereka memiliki peran masing-masing, mulai dari merakitkan bom hingga memberi motivasi.

"Perannya memberikan motivasi, kemudian membantu survei lokasi kemudian, ada juga membantu merakit bom. Jadi semuanya punya peran," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan saat berbincang dengan detikcom di kantornya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Selasa (13/4).

(hmw/nvl)