Wakil Ketua MPR Sebut Kontra Radikalisasi Jadi Kunci Berantas Terorisme

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 13:42 WIB
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan mengajak generasi muda untuk berkreasi dan berinovasi terhadap hal positif agar terhindar dari pengaruh dan bahaya paham radikal terorisme. Terlebih saat ini teknologi informasi terus berkembang secara pesat.

Selain itu, Syarief juga meminta agar masyarakat berperan aktif menangkal masuknya paham radikal terorisme yang kini banyak disebarkan melalui dunia maya.

"Semua informasi yang ada, yang diterima tentunya kalau bisa disortir terlebih dahulu. Jangan langsung ditransmisikan atau disebar," ujar Syarief dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4/2021).

Hal tersebut ia sampaikan saat hadir menjadi narasumber pada acara Forum Diskusi Publik bertema 'Mitigasi dan Diseminasi Penanggulangan Terorisme di Indonesia' di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (12/4) yang diikuti pelajar, mahasiswa, dan generasi muda secara daring.

Mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini juga menyampaikan saat ini pemerintah telah memberikan sosialisasi terhadap penanggulangan terorisme melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Menurutnya, program tersebut patut untuk disikapi sebagai kepentingan bangsa dan negara.

"Begitupun juga program-program kontra radikalisme itu juga bisa dilakukan melalui pemahaman terhadap Undang-undang Dasar 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Kalau hal itu dipahami dengan utuh maka insyaallah, terorisme itu tidak memiliki tempat di masyarakat kita. Dengan demikian kita akan berhasil menanggulangi terorisme di Indonesia," katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri bidang Komunikasi dan Media Massa, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Widodo Muktiyo, mengatakan pihaknya turut mendukung upaya BNPT yang selama ini telah memberikan pencerahan kepada masyarakat Indonesia mengenai bahaya paham radikal terorisme.

Ia menyebut Kominfo akan sangat mendukung melalui pesan-pesan positif, pesan-pesan terhadap bahaya terorisme sehingga masyarakat tidak salah arah dan masuk jebakan terorisme.

"Karena tidak ada itu surga yang akan menjemput kita kalau kita melakukan aksi mengebom dan seterusnya. Jadi percayalah bahwa hal-hal yang baik itu rasional dan bangsa ini sudah dalam on the track untuk bisa melawan terorisme dan juga melawan hal-hal yang tidak baik yang merusak bangsa dan masyarakat Indonesia," katanya.

Di sisi lain, Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI. Hendri Paruhuman Lubis menilai tema dalam forum ini sangat tepat dengan tupoksi pencegahan, perlindungan, dan deradikalisasi. Adapun tema tersebut menurutnya merumuskan, mengkoordinasikan, dan melaksanakan kebijakan strategi dan program nasional penanggulangan terorisme khususnya kesiapsiagaan nasional, kontradiksi radikalisasi, serta deradikalisasi.

"BNPT dalam hal FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme) sangat fokus terhadap upaya pencegahan dan deradikalisasi dengan melibatkan semua tokoh-tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, tokoh pemuda, tokoh agama dan lain-lain. Pendekatan yang digunakan juga integratif, yakni mencakup bidang agama, sosial dan budaya, pemuda dan pendidikan, perempuan dan anak, media massa hukum dan humas serta pengkajian dan penelitian," paparnya

Merespons tindakan teror yang kerap terjadi saat ini, Hendri mengatakan diperlukan upaya berkelanjutan dan sinergitas dari semua pihak untuk mensukseskan program kontra radikalisasi, baik kontra ideologi, kontra narasi, maupun kontra propaganda. Menurutnya, kontra radikalisasi adalah bagian dari upaya preventif untuk memberantas terorisme di bumi pertiwi.

"BNPT memiliki Pusat Media Damai yang melaksanakan kegiatan-kegiatan kedepan yang bermanfaat sesuai dengan ajaran agama masing-masing, serta menumbuhkan pesan kedamaian kepada generasi muda," imbuhnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan terorisme menjadi hal nyata yang terjadi di masyarakat. Ia mengungkapkan jika BNPT membahas adanya Duta Damai Dunia Maya maka ia berharap para peserta webinar dapat menjadi duta-duta dalam menjaga perdamaian di bangsa ini.

"Saya berharap semua orang yang hari ini mengikuti webinar kita ini adalah duta moderasi beragama yang kiranya bisa menyampaikan ke masyarakat bahwa ajaran agama yang paling benar adalah yang senafas dengan rasa cinta dan harmoni. Tidak ada pemaksaan kehendak apalagi dengan melakukan upaya-upaya perusakan, termasuk kerusakan terhadap dirinya. Karena itu adalah hal yang terlarang," ungkapnya.

Ia pun juga menyampaikan bahwa setiap jengkal di negara Republik Indonesia ini akan indah jika seluruh pihak dapat mewujudkan perdamaian dan menghormati antar sesama umat manusia serta perbedaan yang ada.

"Prinsip moderasi beragama adalah sebuah magnet yang menarik pendulum pemahaman keagamaan dari ekstrem kanan menuju garis tengah dan dari ekstrem kiri menuju tengah sehingga melalui orang-orang yang moderat, orang-orang yang toleran, harmonis maka wujud Indonesia maju dan bermartabat itu akan dapat dicapai dengan baik," pungkasnya

Tonton juga Video "BNPT: Hasil Survei, Angka Radikalisme di RI Alami Penurunan"

[Gambas:Video 20detik]




(akn/ega)