Warga Keluhkan Proyek IPAL di Pekanbaru, Bikin Jalanan Rusak-Macet

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 11:44 WIB
Warga di Kota Pekanbaru, Riau mengeluhkan kerusakan jalan dampak dari pengerjaan proyek instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) menyebabkan kemacetan (Raja Adil/detikcom)
Warga di Kota Pekanbaru, Riau, mengeluhkan kerusakan jalan dampak dari pengerjaan proyek instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) menyebabkan kemacetan. (Raja Adil/detikcom)
Pekanbaru -

Warga di Kota Pekanbaru, Riau, mengeluhkan kerusakan jalan dampak pengerjaan proyek instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Sebab, sudah 2 tahun warga merasakan dampak proyek tersebut.

Pantauan detikcom, kerusakan jalan akibat proyek IPAL terjadi di sejumlah titik, seperti Jalan A Yani, Jalan Ahmad Dahlan, dan jalanan di daerah Sukajadi. Kerusakan jalan juga menimbulkan kemacetan.

Kemacetan, selain disebabkan jalan rusak, terjadi akibat banyaknya material proyek di tengah jalan. Bahkan, sejumlah titik mulai ditutup hingga pengendara harus mencari jalan lain.

Yudi Abdullah, salah seorang warga Sukajadi, Pekanbaru, mengeluhkan jalan rusak dan berlumpur saat hujan turun. Dia mengatakan saat cuaca panas, abu dari lumpur yang mengering beterbangan.

Warga di Kota Pekanbaru, Riau mengeluhkan kerusakan jalan dampak dari pengerjaan proyek instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) menyebabkan kemacetan (Raja Adil/detikcom)Jalan rusak menimbulkan lumpur saat hujan dan menyebabkan abu beterbangan ketika cuaca panas (Raja Adil/detikcom)

"Ini semua terkena dampaknya. Hujan jalan berlumpur, kalau panas abu," kata Yudi saat ditemui di Jalan Ahmad Dahlan Pekanbaru, Rabu (14/4/2021).

Yudi menilai warga sudah bosan terkena dampak proyek yang tak kunjung selesai. Padahal, proyek seharusnya tuntas akhir pada 2020.

"Katanya selesai akhir tahun lalu, ini sudah bulan April 2021 belum juga selesai. Jadi jalan rusak semua, macet dan sering juga ditutup, harus muter balik," kata Yudi kesal.

Hal senada disampaikan warga lain, Andri Firmansyah. Andri mengeluh karena jalan yang selesai dikerjakan tak juga diperbaiki.

"Ada sebagian yang sudah selesai, tetapi perbaikannya tidak rapi. Itu bikin bahaya pengendara," katanya.

"Seharusnya kalau sudah selesai langsung ditutup, dirapikan seperti semula dan tidak ditunda-tunda. Kasihan warga," imbuhnya.

Kepala Dinas PUPR Pekanbaru Indra Pomi Nasution menyebut proyek IPAL dikerjakan Balai Infrastruktur Wilayah di Kementerian PUPR. Pihaknya hanya mengawasi proyek tersebut.

Warga di Kota Pekanbaru, Riau mengeluhkan kerusakan jalan dampak dari pengerjaan proyek instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) menyebabkan kemacetan (Raja Adil/detikcom)Warga berharap kondisi jalan rusak segera diperbaiki. (Raja Adil/detikcom)

"Itu sebenarnya proyek balai, jadi kita di PU Pekanbaru hanya pengawasan. Jadi untuk kontrak, PPK semua dari mereka," katanya.

Proyek itu, kata Indra, merupakan proyek percontohan yang hanya dikerjakan di 3 kota di Indonesia. Ketiga kota itu adalah Pekanbaru, Jambi, dan Makassar.

"Ini proyek percontohan. Kontrak berakhir tahun ini, kami juga sudah berulang kali koordinasi agar cepat segera diselesaikan," katanya.

Dalam koordinasi itu, disebut bekas proyek tidak dapat langsung dirapikan karena ada beberapa pertimbangan. Salah satunya masih menunggu tanah di area proyek itu padat.

"Katanya nunggu padat baru diselesaikan semua. Ya kita selalu sampaikan keluhan-keluhan warga itu, kita minta agar setelah selesai jalan dikembalikan seperti semula, diperbaiki semua yang terkena dampak," kata Indra.

(ras/jbr)