Eks Pimpinan Minta KPK Turun Tangan Selidiki Dugaan Korupsi Damkar Depok

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 08:03 WIB
Wakil Ketua KPK periode 2015-2019, Saut Situmorang
Saut Situmorang (Usman Hadi/detikcom)
Depok -

Anggota Damkar Depok, Sandi, buka suara membongkar dugaan korupsi di lingkungan kantornya. Eks pimpinan KPK, Saut Situmorang, meminta KPK serta Polri turun tangan terlibat dalam penyelidikan.

"Tim audit harus memeriksa terlebih dahulu apa benar ada penyimpangan dan kalau ada penyimpangan maka penegakan hukum harus dilakukan oleh Polri, Kejaksaan atau kalau ada penyelenggara negaranya (yang) terlibat (dapat diperiksa) oleh KPK," kata Saut kepada detikcom, Selasa (13/4/2021).

Saut mengatakan pemerintah mesti memperbaiki penegakan hukum, terutama terkait korupsi. Ia berharap KPK tak pandang bulu terhadap besaran uang yang dikorupsi.

"Penegakan hukum yang adil dari sisi korupsi harus tidak dilihat dari segi jumlah uang yang dikorupsi, besar kecil itu perilaku korup yang jahat, apalagi korupsi di tempat kerja kerja sosial dan pengamanan jiwa manusia yang standarnya harus ada atau kalau tidak justru membahayakan sejak perencanaan pengadaan barangnya," jelas Saut.

Sebelumnya, Sandi membongkar dugaan korupsi itu dengan melakukan aksi protes di Balai Kota Depok beberapa waktu lalu dan viral di media sosial. Dalam aksi itu, Sandi membawa poster bertulisan 'Bapak Kemendagri tolong, untuk tindak tegas pejabat di dinas pemadam kebakaran Depok. Kita dituntut kerja 100 persen, tapi peralatan di lapangan pembeliannya tidak 10 persen, banyak digelapkan!!!'.

Salah satu dugaan korupsi yang diungkap Sandi ialah pengadaan sepatu pada 2018. Menurut Sandi, sepatu yang diterima oleh dirinya dan rekan kerja ini tidak sesuai dengan spesifikasi.

Sandi juga mengungkap adanya pemotongan terkait insentif mitigasi dan penyemprotan disinfektan. Seharusnya, setiap petugas mendapatkan insentif Rp 1,7 juta, tapi yang diterima hanya Rp 850 ribu.

Sandi mengaku menerima ancaman berupa desakan untuk mengundurkan diri hingga diberi surat peringatan (SP) oleh atasannya setelah aksinya itu. Pihak damkar telah menepis tudingan Sandi.

Simak juga Video: Firli Bahuri Ungkap KPK Telah Tangkap 1.552 Orang karena Korupsi

[Gambas:Video 20detik]



(isa/mae)