Bertemu Virtual Angela Markel, Jokowi Sebut Kasus COVID-19 di RI Membaik

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 22:47 WIB
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Angela Merkel secara virtual di Istana Bogor
Presiden Joko Widodo dan Kanselir Jerman Angela Merkel melakukan pertemuan bilateral secara virtual di Istana Bogor. (Dok. Biro Pers/Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Angela Merkel secara virtual di Istana Bogor. Pertemuan dilakukan sehari setelah pembukaan Pameran Hannover Messe 2021.

"Suatu kehormatan bagi Indonesia ditunjuk sebagai Negara Mitra Hannover Fair 2021 dan juga nanti di tahun 2023", kata Presiden Joko Widodo, Selasa (13/4/2021).

Pertemuan berlangsung pada Selasa (13/4) sore. Indonesia ditunjuk sebagai negara mitra atau partner country.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga mengapresiasi kepimpinan Kanselir Merkel dalam meningkatkan hubungan bilateral. Kanselir Merkel menyampaikan penghargaan kepada Indonesia yang telah bersedia menjadi negara mitra dalam Hannover Messe 2021 serta menyakini kerja sama ini akan bermanfaat untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Pertemuan ini juga membahas secara terbuka beberapa isu bilateral, antara lain kerja sama di bidang kesehatan, kerjasama ekonomi dan Perubahan Iklim. Tidak hanya itu, isu Myanmar juga menjadi salah satu topik tukar pikiran mengenai isu kawasan.

Dalam pertemuan juga dibahas mengenai penanganan COVID-19 di masing-masing negara. Keduanya menyampaikan kekhawatiran dengan masih terus terjadinya nasionalisme vaksin, yang dinilai akan mengganggu ketersediaan vaksin dunia.

Jokowi menyampaikan bahwa kasus positif di Indonesia sudah mulai membaik. Hal ini disebut disebabkan oleh penerapan protokol kesehatan dan kebijakan micro lockdown sampai pada tingkat desa.

"Di bulan Januari, angka positif Indonesia sempat mencapai lebih dari 14 ribu dalam satu hari. Sementara dalam dua minggu ini, angka positif berkisar 4-5 ribu per hari," ujar Jokowi.

Adapun di bidang investasi dan industri, Kanselir Merkel melihat potensi yang dimiliki oleh Indonesia untuk menjadi mitra penting Jerman. Jokowi menyampaikan investasi memegang peran penting dalam pemulihan ekonomi.

"Indonesia baru saja mengeluarkan Undang-Undang Cipta Kerja yang akan dapat mendukung kerjasama di bidang investasi," tuturnya.

Jokowi juga menawarkan kerja sama pengembangan sumber daya manusia melalui sekolah vokasi dan peningkatan investasi industri Jerman untuk membangun basis produksi dan rantai pasok global Jerman di kawasan.

"Saya menawarkan kepada Jerman untuk mengembangkan kawasan industri khusus Jerman (German Industrial Quarter) di Kawasan Industri Terpadu Batang," ujar Jokowi.

Perubahan iklim juga dibahas dalam pertemuan ini. Kedua pemimpin menyebut memiliki komitmen yang sama bagi upaya pengurangan emisi sesuai dengan komitmen yang telah disampaikan masing-masing negara.

"Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk melakukan pembangunan hijau," ujar Jokowi.

Simak juga video 'Kemenkes Pastikan Efikasi Sinovac di Indonesia Penuhi Standar':

[Gambas:Video 20detik]

(dwia/mae)