Wagub Riza Akui Banyak Properti di DKI Tak Penuhi Standar Cegah Kebakaran

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 20:12 WIB
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyoroti insiden kebakaran dua pasar di Ibu Kota dalam beberapa hari terakhir. Riza mengakui banyak properti di Jakarta yang tidak memenuhi standar keselamatan dan pencegahan kebakaran.

Riza awalnya menjelaskan ada banyak faktor yang menyebabkan pasar-pasar di Ibu Kota rawan kebakaran, di antaranya karena instalasi listrik yang berusia tua hingga jarak antarkios saling berimpitan.

"Memang di pasar ini satu areal, satu properti yang rawan. Kenapa rawan? Satu mungkin pasarnya sudah lama. Kalau misal pasar sudah lama instansi listriknya, kedua pasar itu kan memang jaraknya berdekatan antara satu kios dengan kios lainnya," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (13/4/2021).

Tak hanya itu, dia mengatakan umumnya pasar diisi barang-barang yang mudah terbakar. Kemudian, perilaku buruk orang yang ada di pasar juga jadi faktor rawannya kebakaran terjadi.

"Di pasar itu umumnya orang datang ke sana dari semua, dari mana mana. Nggak ada aturan ke pasar tidak boleh merokok, pada merokok di pasar. Berarti ada potensi kebakaran karena rokok. Pedagangnya juga merokok. Jadi banyak faktor yang menimbulkan pasar itu termasuk wilayah properti rentan terbakar," jelasnya.

Untuk itu, Riza meminta jajarannya mengecek kelengkapan seluruh properti atau bangunan yang ada di Ibu Kota. Dia mengakui banyak properti di Jakarta tak memenuhi standar pencegahan kebakaran.

"Semua properti di Jakarta harus memenuhi standar. Masih banyak di Jakarta properti yang tidak memenuhi standar, pengamanan dan pencegahan bahaya kebakaran," tegasnya.

"Saya sudah minta badan, Dinas, SKPD terkait untuk mendata. Mana gedung-gedung yang memenuhi syarat mana yang belum, yang belum karena apa, bagaimana solusinya, kita cari bersama sama solusinya. Gedung-gedung di Jakarta supaya memenuhi standar tidak mudah terbakar, memenuhi standar supaya penanganan cepat, pengendalian cepat," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, dalam seminggu terakhir ini, setidaknya ada dua insiden kebakaran di 2 pasar Ibu Kota. Pada Kamis (8/4) lalu Pasar Kambing di Tanah Abang, Jakarta Pusat, terbakar akibat korsleting listrik. Selang beberapa hari pada Senin (12/4) Pasar Inpres Pasar Minggu di Jakarta Selatan turut dilalap si jago merah.

(aud/aud)