Salat di Masjid Diperbolehkan, Walkot Semarang Imbau Taati Prokes

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 17:36 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta masyarakat untuk taat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) selama menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Pasalnya, pelaksanaan tarawih di bulan puasa kedua di masa pandemi ini telah diperbolehkan sehingga diperlukan prokes ketat untuk menekan laju virus COVID-19.

"Pada bulan Ramadhan tahun ini, telah diperbolehkan pelaksanaan tarawih baik di masjid ataupun di musala, tetapi dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Maksimal 50% dari kapasitas, semua jemaah pakai masker, mau masuk dicek suhu tubuh, diberi jarak, dan nanti akan terus dievaluasi," ujar Hendi, sapaan akrabnya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/4/2021).

Hal ini dia ungkapkannya saat mengawali aktivitas Ramadhan 1442 H bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Ibu Kota Jawa Tengah dengan kegiatan salat tarawih keliling di Masjid Agung Kauman Semarang (12/4).

Hendi menambahkan di tengah pandemi yang belum kunjung usai ini, banyak yang bisa disyukuri, salah satunya adalah dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan.

"Indikatornya dapat terlihat pada jumlah saudara kita yang pada bulan Desember 2020 sebanyak 1.100 orang yang positif, hingga saat ini terus menurun dan grafiknya Alhamdulillah sudah melandai," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hendi mengimbau agar masyarakat memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini dengan sebaik-baiknya. Pasalnya, kata dia, orang yang berpuasa, kondisi tidur pun mendapat pahala apalagi jika melakukan aktivitas yang bermanfaat.

"Maka sebagai bagian dari sedulur panjenengan Saya mengajak manfaatkanlah momentum Ramadhan ini dengan baik," tuturnya.

"Yang punya kelebihan rezeki, sisihkanlah sebagian rezeki untuk membantu saudara yang membutuhkan, yang punya kelebihan tenaga, kita bantukan tenaga kita untuk pemanfaatan lingkungan, yang sudah uzur, mohon doakan kota Semarang agar warganya diberi sehat semakin sejahtera dan Semarang semakin hebat," lanjut Hendi.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Agung Kauman Hanif Ismail menyebutkan penentuan awal ibadah puasa ini merupakan ketentuan ruqyah yang telah disepakati untuk dimulainya puasa.

"Oleh karena itu, manfaatkan Ramadhan tahun ini secara maksimal, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan," pungkasnya.

(ncm/ega)