2 Otak Mafia Tanah 45 Hektare di Alam Sutera Ditangkap, 1 Pengacara Buron

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 16:58 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kasus mafia tanah seluas 45 hektare di Alam Sutera, Tangerang, terungkap. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi, sementara seorang lagi jadi buron.

Kasus ini berawal pada April 2020, ketika tersangka berinisial D melakukan gugatan ke tersangka M terkait kepemilikan tanah tersebut. Polisi menyebut cara itu salah satu trik pelaku agar dapat menguasai lahan di Alam Sutera itu.

"Tersangka D menggugat perdata si M sendiri. Ini adalah bentuk mafia mereka. Sesama mereka satu jaringan, mereka ngegugat untuk bisa menguasai tanah tersebut, untuk melawan PT TM atau warga masyarakat di situ," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polres Metro Tangerang Kota, Jalan Daan Mogot, Tangerang, Selasa (13/4/2021).

Menurut Yusri, gugatan yang dilayangkan oleh D ke M tersebut sudah diatur keduanya, bersama seorang tersangka lainnya berprofesi sebagai pengacara dan kini masuk daftar pencarian orang (DPO) Polda Metro Jaya.

"Jadi dua-duanya mengatur untuk menggugat di perdata, diatur oleh mereka sendiri. Si D menggugat dengan menggunakan SK 67 menggugat si M, tapi bahan-bahan yang digugat itu sudah diatur oleh pengacaranya sehingga nanti jadi perkara kemudian isinya adalah dading atau perdamaian. Dijadikan satulah mereka di situ kemudian mereka mau eksekusi lahan itu bersama-sama," jelas Yusri.

Menurut Yusri, 45 hektar tanah itu padahal dimiliki oleh dua pihak. Ke-35 hektare dimiliki oleh PT TM, dan 10 hektare lainnya dimiliki oleh warga.

Yusri menambahkan, pada Juli 2020, proses eksekusi lahan oleh para mafia tanah ini sempat terjadi. Namun eksekusi itu urung dilakukan setelah terjadinya perlawanan dari warga Alam Sutera dan PT TM terhadap mafia tanah tersebut.

Simak berita selengkapnya tentang mafia tanah di Alam Sutera di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Gandeng BPN, Polda Metro Perkuat Kolaborasi Berantas Mafia Tanah!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2