Sepatu Damkar Disoal Sandi 'Pembongkar Korupsi', Begini Standarnya

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 14:19 WIB
Foto dikirimkan langsung oleh petugas Damkar Depok, Sandi
Sepatu PDL yang Diperkarakan Anggota Damkar Depok (dok. anggota Damkar Sandi)
Jakarta -

Anggota Damkar Depok, Sandi, membongkar adanya dugaan korupsi di lingkup internal kantornya. Salah satu yang diperkarakan Sandi terkait sepatu PDL petugas pemadam kebakaran yang tidak sesuai spesifikasi. Lantas, bagaimana standar sepatu pemadam kebakaran di negara lain?

Awalnya Sandi mengungkap terkait pengadaan sepatu bot pada 2018. Dia menyebut sepatu yang didapatkan saat itu tidak sesuai spesifikasi perlengkapan pemadam kebakaran.

"Tanyain ini sepatu kualitas sama harganya sesuai nggak?" kata Sandi saat dihubungi detikcom, Selasa (13/4/2021).

Sandi mengungkap harga sepatu PDL yang dibeli oleh Dinas Damkar Depok pada 2018 sebesar Rp 850 ribu per pasang. Namun dia mempertanyakan harga tersebut lantaran tidak sesuai spesifikasi.

"No safety harga Rp 850 ribu, survei di lapangan harganya sudah ada bukti," ucapnya.

Lalu, bagaimana sepatu pemadam kebakaran yang terstandar? Ada beberapa spesifikasi khusus yang harus dimiliki sepatu pemadam kebakaran. Sebab, sepatu ini harus tahan api dan tetap membuat petugas aman. Dikutip dari laman situs Nicks Boot, perusahaan boot asal AS, sepatu pemadam kebakaran berdasarkan standar Asosiasi Perlindungan Kebakaran Nasional AS (National Fire Protection Association/NFPA) harus memiliki beberapa spesifikasi.

Berikut ini standarnya:

-Sepatu bot api NFPA harus berukuran 8 inci dari bagian bawah tumit ke bagian atas sepatu bot
-Sepatu bot harus diikat
-Sol harus berupa sol jenis Vibram yang tahan leleh
-Eksteriornya harus kulit

Standar ini diperlukan agar sepatu tetap aman saat digunakan di medan kebakaran.

Kembali kepada penjelasan Sandi. Sandi juga sempat menceritakan terkait sepatu PDL yang pernah didapatkan dirinya dan petugas damkar lain pada 2018. Dia menyebut pada sepatu yang didapatkan tidak ada besi pengaman di bagian depan dan di bagian bawah.

"Terakhir 2018 itu juga sepatu sepatu kami bukan yang sepatu bot, sepatu PDL itu nggak ada safety-nya sama sekali. Nggak ada besi pengamannya, yang depan nggak ada besinya, yang bawah nggak ada besinya. Istilahnya kami kadang untuk panggilan warga evakuasi itu kan ya sempet ada kejadian temen kena beling, tapi pejabat diam aja," ujarnya Sandi.

Berdasarkan gambar yang didapatkan detikcom, tampak sepatu PDL berwarna hitam. Terlihat sepatu bot itu bisa ditekuk pada bagian depan yang artinya tidak ada pelapis besi pelindung.

Tonton juga Video: MenPAN-RB Ungkap Pencegahan Korupsi di Perizinan-Tata Niaga Tinggi

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2