Aksi Robot Damkar DKI 'Kelebihan Bayar' Jinakkan Pasar Terbakar

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 10:51 WIB
Selain menggelar upacara HUT Dinas Gulkarmat ke-101 Provinsi DKI Jakarta. Acara itu juga dimeriahkan dengan penampilan alat-alat canggih untuk memadamkan api.
Robot Damkar LUF-60. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pasar Inpres Pasar Minggu (Pasming), Jakarta Selatan, habis dilalap api. Titik api itu berasal dari kios yang berada di Blok C.

Dalam proses pemadamannya, Damkar mengerahkan robot LUF-60. Robot ini beraksi ketika kebakaran di lokasi yang sulit diakses oleh mobil damkar.

Robot damkar LUF-60 ini diajukan pengadaannya pada tahun 2019. Robot ini hadir bersama dengan alat damkar canggih lainnya yakni robot Dok-ing MVF-5 U3. Robot itu dioperasikan dengan remote control dengan jarak pandang 1.500 meter. Robot tersebut memakai baterai yang bisa dipakai penuh selama 10 jam.

Kembali ke robot LUF-60, alat damkar ini memiliki kemampuan naik dan turun tangga. Mesin robot LUF 60 memiliki tenaga 140 HP dan bisa menyemprot air dalam bentuk water cannon, water fog, dan foam. Selain itu, robot LUF 60 mampu menguraikan asap sejauh 99 meter. Sebab, unit ini memiliki ventilator fan dengan kecepatan 165 kilometer per jam.

Robot LUF 60 digerakkan dengan remote control dengan jarak maksimum 300 meter. LUF-60 juga mampu menggeser objek sisa kebakaran dengan berat maksimal 600 kilogram dan bisa membantu pemadaman di dalam terowongan MRT dengan menggunakan rail kit, yang didesain dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam.

Robot pemadam kebakran LUF-60 bantu padamkan api di kebakaran Pasar Inpres, Pasar Minggu (sachril/detikcom)Robot pemadam kebakaran LUF-60 bantu padamkan api di kebakaran Pasar Inpres, Pasar Minggu. (sachril/detikcom)

Semalam, robot LUF-60 diturunkan saat kebakaran Pasar Inpres, Pasar Minggu. Air dengan kecepatan tinggi keluar dari robot itu untuk memadamkan api.

"Sebanyak 30 unit mobil pompa termasuk unit LUF-60 dikerahkan untuk memadamkan kebakaran Pasar Impres (Pasar Minggu) di Kel. Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan," demikian unggahan akun @humasjakfire, dilihat Selasa (13/4/2021).

Api padam sekitar pukul 23.30 WIB. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jaksel menduga ada 392 kios yang terbakar.

Imbas kebakaran itu para pedagang di blok C selanjutnya bakal dipindahkan ke blok lain. Plt Wali Kota Jaksel, Isnawa Adji, mengatakan bangunan pasar yang terbakar merupakan gedung tua yang diperkirakan sudah lebih dari 25 tahun.

"Sudah 25 tahun lebih dan infrastrukturnya sudah mulai rapuh dampak dari panasnya api lebih dari 4 jam setelah terbakar karena sudah rapuh," kata Isnawa.

Untuk diketahui, dalam proses lelangnya pembelian LUF-60 ternyata kelebihan bayar. Hal itu diungkap dalam laporan BPK.

BPK pun melakukan pemeriksaan atas pembayaran item, di mana diketahui harga riil pembelian barang lebih rendah dari harga kontrak yang sudah dibayarkan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI.

Dalam pengadaan LUF-60, robot itu masuk pembelian kategori unit penanggulangan kebakaran pada sarana transportasi massal. Harga riil Rp 7 miliar, sementara nilai kontrak Rp 7,8 miliar. Jadi, berdasarkan pemeriksaan BPK, ada selisih Rp 844 juta.

Kepala Dinas Gulkarmat Satriadi Gunawan sudah buka suara dan menyebut pengembalian dana itu sudah 90%. Dalam rekomendasi BPK, Kepala dinas diminta bertanggung jawab atas kelebihan pembayaran itu dan menyetorkannya ke kas daerah.

"Pokoknya sampai saat ini sudah 90% dari Rp 6,5 miliar. Bayangin loh, dari Rp 6,5 miliar sudah 90%, berarti kan tinggal sebentar lagi selesai. Yang dimaksud mark up atau apa itu tuh nggak bisa juga, kan kalau sudah dikembalikan kan sudah tidak terjadi lagi kerugian negara kan. Pengembaliannya pun pihak ketiga bukannya kita," kata Satriadi.

(idn/fjp)