Apakah UU Pemilu Memungkinkan Jokowi-Prabowo Vs Kotak Kosong?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 10:30 WIB
Presiden Jokowi didampingi Menhan Prabowo hingga Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat akan bertolak ke Kalteng. (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)
Foto: Presiden Jokowi didampingi Menhan Prabowo hingga Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat akan bertolak ke Kalteng. (Foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)

Untuk diketahui, Qodari kembali menyinggung gagasan Jokowi berduet dengan Prabowo pada Pilpres 2024. Qodari juga membeberkan alasannya mengusung gagasan 'Jokowi-Prabowo 2024'.

Dalam webinar Nesia Constitution yang dikutip pada Senin (12/4), Qodari mulanya memberi disclaimer bahwa ide yang disampaikannya ini bukan hanya soal jabatan 3 periode presiden, tapi juga lebih spesifik 'Jokowi-Prabowo 2024'. Dia mengakui gagasan ini pada gilirannya memerlukan perpanjangan masa presiden dan perlu amandemen UUD 1945.

Qodari mengatakan pilpres Indonesia sejak 2014 memasuki babak baru. Menurutnya, kacamata melihat Pilpres sekarang tidak bisa disamakan dengan Pilpres 2005 atau 2010.

"Kemudian konstelasi dan dukungan politik saat ini kebetulan memungkinkan Jokowi dan Prabowo menghadapi kotak kosong pada tahun 2024. Menurut saya melawan kotak kosong akan sangat, sangat, sangat menurunkan tensi politik secara signifikan," kata Qodari.

Halaman

(rdp/tor)