KPAI Duga Muncikari Cilik di Bogor Dikendalikan Orang Dewasa: Harus Diungkap!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 07:31 WIB
Ilustrasi perdagangan orang/prostitusi (Fuad Hashim/detikcom)
Foto ilustrasi perdagangan orang/prostitusi. (Fuad Hashim/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap muncikari anak berusia 17 tahun dan seorang lelaki dalam kasus prostitusi online di Bogor, Jawa Barat (Jabar). Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta agar dalang prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur itu segera diungkap.

"Kami prihatin, karena anak melakukan pidana pasti ada yang salah di hulunya, sehingga anak menindas anak. Yang pasti polisi harus mengungkap ini, sehingga jelas rantai TPPO-nya," kata Komisioner KPAI, Ai Maryati, kepada wartawan, Senin (12/4/2021).

Maryati meyakini kasus prostitusi ini dikendalikan oleh orang dewasa. Dia meminta polisi segera menemukan dalang kasus prostitusi ini.

"Saya mencium adanya orang dewasa yang mengendalikan, termasuk yang sewa apartemen tersebut. Karena, tren kriminalisasi pada anak sebagai muncikari juga biasanya terjadi untuk menyamarkan dalang yang sesungguhnya. Iya di sini ada sindikat yang multiperan," sebutnya.

Maryati menegaskan bahwa prostitusi online ini melanggar hak anak. Dia berharap proses hukum dalam kasus ini dilaksanakan dengan tegas.

"Jelas ini pelanggaran hak anak, dan dia sudah bisa diproses secara hukum sesuai UU Sistem Peradilan Pidana Anak Nomor 11 Tahun 2012. Hukuman sesuai ketentuan. Karena jenis pidana yang dia lakukan juga agak sulit kalau didorong direvisi," tutur dia.

Lebih lanjut, Maryati mengatakan orang tua harus proaktif dalam mengawasi anak agar tidak terlibat dalam prostitusi online. Dia menegaskan orang tua adalah lingkungan pertama untuk mencegah terjadinya prostitusi.

"Peran orang tua harus proaktif dalam pengasuhan pada anak, terutama anak-anak yang sudah masa puber. Lebih banyak dialog dan menyampaikan pentingnya kesehatan reproduksi, termasuk pengawasan pada penggunaan gadget, supaya anak bergaul dengan lingkungan yang baik. Keluarga adalah basis pertahanan pertama anak tidak terlibat pada praktik pidana," papar Maryati.

Simak berita selengkapnya pada halaman berikut.

Tonton juga Video: Tantangan Besar KPAI dalam Mencegah Pernikahan Anak

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2