Update Korban Bencana di NTT: 179 Orang Tewas, 46 Hilang

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 22:00 WIB
Kuburan massal korban banjir di Desa Neleamadike, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kuburan masal korban bencana di NTT. (Fathan/detikcom)
Jakarta -

Korban meninggal dunia akibat bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 179 orang dan hilang 46 orang. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi.

"Kondisi korban bencana hari ini yang meninggal adalah 179 orang dan hilang 46 orang," ujar Josef dalam konferensi pers secara virtual, Senin (12/4/2021).

Korban meninggal paling banyak berada di Flores Timur, yakni 72 orang, Lembata 42 orang, dan Alor 28. Kemudian korban meninggal juga tercatat di Kabupaten Kupang 12 orang, Malaka 8 orang, Kota Kupang 6 orang, Rote Ndao 1 orang, Ende 1 orang, dan Sikka 1 orang.

Josef mengatakan pihaknya terus berupaya mencari korban hilang. Salah satu upayanya dengan menggunakan anjing pelacak.

"Usaha untuk mencari 46 orang masih dilakukan," katanya.

Sebelumnya diberitakan, salah satu korban selamat banjir Siklon Seroja di NTT, Yosep Taran Nubi, menceritakan bagaimana dia berjuang untuk hidup setelah terseret air. Dia bertahan hidup setelah berhasil memanjat pohon jambu air.

Saat peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (4/4) dini hari, Yosep masih terjaga dari tidurnya. Saat kejadian, terdengar seperti ada yang melempar atap rumah seng-nya.

"Tanda-tanda kaya ada orang lempar seng dua kali dengan dinding bergetar kaya mau roboh. Jadi sempat angkat tangan pegang kepala. Lalu tutup kepala, tiba-tiba langsung hanyut," ujar Yosep di Desa Nelelamadike, Flores Timur, NTT, Minggu (11/4).

Dia menjelaskan, rumah dan dirinya hanyut terbawa banjir. Yosep lantas hanyut hingga keluar rumah dan berada di dekat pohon jambu air.

"Sempat panjat. Pertama panjat tangkap dahan yang kecil, patah dan jatuh ke lumpur. Terus depan jambu air ada rumah kecil satu di bagian depan. Dari rumah itu roboh tertindas di pohon jambu air. Jadi saya panjat itu dinding rumah ke atas jambu air lagi untuk yang kedua kali," ucapnya.

(man/jbr)