Resto-Warung Makan di Tangsel Boleh Buka saat Puasa, tapi Wajib Pakai Gorden

Kadek Melda L - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 18:54 WIB
Meskipun tetap buka disaat orang-orang sedang berpuasa, warung-warung makan ini tetap menjaga toleransi dengan memberikan penutup pada warungnya agar tak terlihat secara langsung. Seperti ini nih caranya.
Foto: Ilustrasi warung makan (Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Restoran hingga warung makan di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) diperbolehkan buka selama bulan Ramadhan. Restoran hingga warung makan diizinkan buka dengan ditutupi gorden mulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) bersama Wali Kota Tangsel dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel nomor: 338/128/ Dispar dan nomor: A.017/XVI-08/SE/III/2021. Surat ditandatangani Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dan Ketua MUI Tangerang Selatan M Saidih.

"Makan di tempat (Dine in) dan pesan antar, delivery, take away/drive thru/ layanan daring saat mulai beroperasi sebelum waktu buka puasa wajib menggunakan penutup gorden agar tidak tampak dari luar dengan memperhatikan etika dan estetika dimulai pukul 12.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB," bunyi poin 2d dalam SE tersebut, seperti dilihat detikcom, Senin (12/4/2021).

Rumah makan yang buka diwajibkan membatasi jumlah pengunjung setengah dari jumlah kapasitas ruangan. Meja dan kursi yang disediakan juga harus berjarak.

"Membatasi jumlah pengunjung paling banyak 50 persen dari daya tampung kapasitas maksimal restoran, rumah makan, kafe, bistro, warung makan, warung makan kaki lima dengan mengatur jumlah serta jarak kursi dan meja," tulis poin 2f.

Selain itu, kegiatan live musik yang diizinkan hanya live musik religi. Live musik religi diperbolehkan digelar apabila mendapat persetujuan dari satgas COVID-19 Kota Tangerang Selatan.

"Kegiatan live musik yang diperbolehkan adalah live musik religi dalam rangka syiar agama atau program kegiatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan membatasi jumlah pengunjung maksimal 50 persen (lima puluh persen) dari kapasitas, daya tampung ruang, tempat serta wajib menghormati waktu-waktu pelaksanaan ibadah sholat fardu dan tarawih setelah memperoleh izin Kepolisian dan Satgas COVID-19 Kota Tangerang Selatan," tulis poin 4.

Isi lengkap SE Wali Kota Tangsel perihal aturan kepariwisataan selama bulan Ramadhan ada di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2