Begini Cara Kerja Alat Antidrone Milik TNI AU

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 17:59 WIB
Pangkohanudnas Marsda Novyan Samyoga mengecek kondisi alat antidrone ini
Foto: Pangkohanudnas Marsda Novyan Samyoga mengecek kondisi alat antidrone di Halim Perdanakusuma, Jaktim (dok. Puspen TNI)
Jakarta -

TNI Angkatan Udara memiliki alat untuk menghadang drone yang terbang tanpa izin di atas area mereka. Alat itu bekerja dengan tiga cara.

Dikutip dari situs Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Senin (12/4/2021), Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsda Novyan Samyoga mengecek kondisi alat antidrone ini. Pengecekan dilakukan di halaman Makohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur (Jaktim).

"Peninjauan dilakukan untuk mengetahui kemampuan peralatan antidrone Kohanudnas guna pelaksanaan tugas-tugas pengamanan yang dilaksanakan Kohanudnas," kata Novyan.

Cara kerja alat antidrone diawali dengan jammer yang diaktifkan terhadap drone asing. Kemudian ada tiga pilihan menaklukan drone yang melintas secara ilegal, yakni go home, land dan GPS.

Menaklukan dengan cara go home yaitu drone dipulangkan ke operator drone dan operator drone sudah tidak dapat mengendalikan drone. Cara land adalah drone diturunkan saat itu juga, dan operator tidak dapat mengendalikan drone.

Cara GPS yaitu jammer antidrone bekerja mengacaukan GPS dari drone asing, walaupun operatornya dapat mengendalikan dronenya secara visual.

Kohanudnas pada Rabu (7/10/2020) lalu juga menggelar latihan antidrone di Gedung Leo Wattimena, Makohanudnas Halim Perdanakusuma. Latihan dilaksanakan selama dua hari, sejak 7 hingga 8 Oktober 2020.

Latihan antidrone diikuti oleh personel dari Kohanudnas, Kosekhanudnas I dan Denhanud 471 Paskhas, serta melibatkan Spotdirga, Dispamsanau, Pusdiklathanudnas dan personel FASI yang memiliki kualifikasi Remote Pilot.

(aud/fjp)