Sidang Kasus Kerumunan HRS

Habib Rizieq ke Eks Kapolres Jakpus: Kenapa Tak Larang Acara di Petamburan?

Dwi Andayani - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 17:04 WIB
Jakarta -

Habib Rizieq Shihab (HRS) menanyakan kewenangan mantan Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto terkait kerumunan Petamburan. Rizieq menanyakan kenapa Heru tak melarang acara sebelum digelar.

"Anda berhak untuk membubarkan, Anda punya wewenang, cuma karena pertimbangan keamanan Anda tidak membubarkan, saya bicara wewenang. Berarti anda punya wewenang tidak, untuk melarang acara tersebut sebelum digelar?" ujar Habib Rizieq dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (12/4/2021).

Menjawab pertanyaan Habib Rizieq, Heru mengatakan dia memiliki wewenang untuk melarang. "Sebelum digelar punya," kata Heru.

Habib Rizieq pun kembali bertanya mengapa Heru tidak menggunakan wewenangnya untuk melarang acara yang digelarnya. Padahal, menurut Habib Rizieq, hal itu dapat menjadi upaya pencegahan.

"Pertanyaan saya kenapa Anda tidak gunakan itu wewenang, karena kalau anda gunakan itu kan preventif, mencegah, kenapa Anda tidak pergunakan apa pertimbangan anda tidak gunakan itu. Anda ke sana-kemari ketemu Wali Kota. Kenapa Anda tidak larang saja?" kata Habib Rizieq.

Heru menyebut dia mendapatkan informasi bahwa pelaksanaan acara akan digelar dengan protokol kesehatan. Karena itu, pihaknya memberikan toleransi untuk pelaksanaan acara tersebut.

"Dari informasi Pak Wali (Wali Kota Jakpus) menyampaikan bahwa acara itu terselenggara dengan menggunakan prokes. Patokan itulah kami memberikan toleransi dan ternyata begitu malam ada kerumunan," ujar Heru.

Habib Rizieq mengatakan pihaknya pihaknya telah memiliki komitmen untuk menjaga protokol kesehatan selama acara. Namun, menurutnya, pelanggaran yang terjadi di luar dari kendali pihak penyelenggara.

"Jadi dari awal, panitia itu sudah punya komitmen kepada Pak Wali Kota dan kepada tiga pilar tadi untuk tetap menjaga prokes. Jadi bukan dari awal melanggar prokes," kata Habib Rizieq.

"Tapi kemudian terjadi pelanggaran di luar kendali tanpa kesengajaan itu kami sendiri dari panitia tidak ada yang memungkiri. Semua menerima. Memang terjadi pelanggaran, makanya kami juga didenda Rp 50 juta. Kita sama sama punya komitmen baik menjaga protokol kesehatan, jadi kita tidak punya niat sengaja melanggar protokol kesehatan," sambungnya.

(dwia/mae)