PKS Sindir Denwalsus Menhan Prabowo: Lebih Baik Kawal Guru di Pedalaman!

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 16:11 WIB
Sukamta (Indra-detikcom)
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta (Indra/detikcom)
Jakarta -

Detasemen Kawal Khusus (Denwalsus) Kementerian Pertahanan dibentuk untuk mengawal Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan tamu VVIP. PKS mempertanyakan urgensi atas pembentukan Denwalsus untuk mengawal Menhan Prabowo.

"Sejauh ini saya tidak tahu alasan secara spesifik dibentuk Detasemen Kawal Khusus (Denwalsus) Kemenhan, selain dikatakan ini bagian dari protokoler. Jika ini bagian dari protokoler apakah harus dalam bentuk unit khusus? Apakah ini sesuatu yang mendesak?" kata Ketua DPP PKS, Sukamta, kepada wartawan, Senin (12/4/2021).

Anggota Komisi I DPR RI ini menilai yang mendesak saat ini justru keamanan nasional. Sukamta menyinggung soal penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua yang menembak mati 2 orang guru.

"Saya pikir akan lebih baik jika Kemenhan perhatikan masalah mendesak terkait kondisi keamanan nasional, seperti kasus penyerangan KKB terhadap guru di Papua yang sebabkan 2 orang guru meninggal dunia," ujarnya.

Sukamta mengatakan lebih baik Denwalsus mengawal guru yang mengajar di pendalaman. Menurutnya, guru di pedalaman lebih rentan terhadap serang-serang kelompok bersenjata.

"Saya kira akan lebih baik didahulukan pembentukan detasemen kawal khusus buat para guru yang bertugas di wilayah pedalaman yang rawan secara keamanan," imbuhnya.

Denwalsus Kementerian Pertahanan sebelumnya dibentuk yang salah satu tugasnya mengawal Menhan Prabowo Subianto. Denwalsus Menhan Prabowo ternyata punya kriteria khusus, salah satunya gagah dan menarik.

Juru bicara Menhan Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan panjang-lebar soal Denwalsus ini. Dalam keterangannya, Senin (12/4), Dahnil menyebut sejak awal ada prajurit yang ditugaskan Markas Besar TNI dari tiga matra menjadi grup atau pasukan jajar kehormatan di Kementerian Pertahanan. Tugas pasukan tersebut adalah melakukan upacara jajar kehormatan atau upacara militer penyambutan tamu-tamu VVIP Kementerian Pertahanan. Di era Prabowo, ada perbedaan mengenai kriteria pasukan ini.

"Bedanya memang sejak Pak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan, beliau meminta kepada Mabes TNI, kemudian angkatan, agar menyediakan pasukan jajar kehormatan yang representatif dari personal TNI. Artinya, personel militer Indonesia. Artinya, mereka kelihatan gagah, kemudian secara fisik merepresentasikan prajurit-prajurit yang kuat dan sebagainya," kata Dahnil.

"Sehingga ketika upacara jajar kehormatan, para tamu-tamu melihat sosok-sosok militer Indonesia itu mumpuni dengan personel-personel yang bugar dan kemudian menarik sehingga kemudian Mabes TNI, angkatan, menyediakan personel-personel yang sesuai dengan permintaan Pak Prabowo tersebut sebagai Menteri Pertahanan," ujarnya.

(rfs/jbr)