Kominfo Bantu 40 Telepon Satelit-11 Akses Internet Darurat ke NTT

Rahmat Fathan - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 15:37 WIB
Menkominfo mengirim sejumlah peralatan komunikasi ke Flores Timur, NTT. Dia juga memastikan pembangunan infrastruktur TIK di NTT berjalan. (Rahmat Fathan/detikcom)
Menkominfo mengirim sejumlah peralatan komunikasi ke Flores Timur, NTT. (Rahmat Fathan/detikcom)
Flores Timur -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengunjungi korban banjir di Desa Nelelamadike, Flores Timur, NTT. Johnny menyebut pihaknya telah mengirimkan sejumlah peralatan yang diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana.

Dalam kunjungannya, Johnny terlihat didampingi Bupati Flores Timur Anton Hadjon dan Camat Ile Boleng Jonas. Johnny terlebih dahulu melihat lokasi bencana.

Setelah itu, Johnny masuk ke Posko BNPB. Di sana, Johnny terlihat menyapa sejumlah warga yang telah menunggunya.

Setelah menyapa warga, Johnny menyerahkan telepon satelit secara simbolis kepada Bupati Flores Timur Anton Hadjon. Dia mengatakan total ada 40 telepon satelit yang dikirimkan ke sejumlah pihak terkait bencana di NTT.

"Dalam keadaan darurat ini, untuk membantu komunikasi yang baik, BAKTI Kominfo menyediakan 40 telepon satelit yang dipakai untuk tanggap darurat saat ini," ujar Johnny di Desa Nelelamadike, Ile Boleng, Flores Timur, NTT, Senin (12/4/2021).

Selain mengirimkan 40 telepon satelit, Kominfo menyediakan 11 akses internet darurat di NTT. Menurut Johnny, akses internet darurat tersebut juga disambungkan melalui jaringan satelit.

"Ada di lokasi di sini di NTT kami juga menyiapkan akses internet darurat. Ada 11 akses internet darurat yang langsung dihubungkan dengan satelit agar segera bisa berfungsi kembali," kata dia.

Berikutnya, Johnny juga memberikan bantuan atas nama pribadi. Dia memberikan bantuan senilai Rp 200 juta untuk penanganan banjir di Flores Timur, NTT.

"Ini dari saya pribadi. Walaupun sedikit mudah-mudahan ini bermanfaat untuk tanggap bencana darurat," tutur Johnny.

Adapun Johnny menyebut bantuan itu diberikannya lantaran dia juga berasal dari NTT. Bantuan tersebut diserahkan kepada Bupati Flores Timur, Anton Hadjon.

Menkominfo Pastikan Pembangunan Infrastruktur Tak Terganggu

Johnny juga hendak memastikan bencana tersebut tak menghambat pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang ada di NTT. Johnny mengatakan, pada tahun ini, Kominfo akan membangun 421 base transmission station (BTS) di NTT.

Menkominfo mengirim sejumlah peralatan komunikasi ke Flores Timur, NTT. Dia juga memastikan pembangunan infrastruktur TIK di NTT berjalan. (Rahmat Fathan/detikcom)Menkominfo juga memastikan pembangunan infrastruktur TIK di NTT berjalan. (Rahmat Fathan/detikcom)

"Saya juga datang ke sini secara khusus untuk tidak saja tanggap darurat, tapi juga untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur TIK secara nasional akan tetap kita lakukan, termasuk di NTT," ujar Johnny.

Dia mengatakan pembangunan tersebut dalam rangka menyongsong transformasi digital. Dia lantas memastikan bencana banjir yang melanda sejumlah kawasan di NTT tak menghambat rencana pembangunan tersebut. Bahkan, Johnny mengatakan pihaknya semakin terdorong agar segera merampungkan pembangunan infrastruktur TIK.

"Jadi kejadian ini tidak menghambat kita sekalian, bahkan mendorong kita untuk lebih fokus menyelesaikan pembangunan infrastruktur digital secara nasional," kata Johnny.

Dalam kunjungannya ini, Johnny juga hendak memastikan apakah ada perubahan atau relokasi penduduk akibat bencana. Sebab, pembangunan BTS yang direncanakannya akan menyesuaikan permukiman penduduk yang baru nanti.

"Nah saya dapat informasi dari Bapak Bupati bahwa relokasi atau resettlement penduduk itu tidak jauh dari lokasi bencana saat ini. Sehingga tidak perlu lah dilakukan desain baru terhadap titik-titik pembangunan BTS," tutur Johnny.

"Demikian, sekali lagi bencana ini tidak menghambat kita bahkan mendorong kita untuk terus melakukan infrastruktur fisik teknologi komunikasi dan informasi dalam rangka menghantar masyarakat masuk ke era transformasi digital," pungkasnya.

(jbr/jbr)