Polisi Ungkap Permintaan Anak Penggal Ayah di Lampung Sebelum Bunuh Diri

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 14:12 WIB
Ilustrasi Bunuh Diri
Ilustrasi bunuh diri (Foto: Thinkstock)
Lampung Tengah -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Polisi mengatakan anak pemenggal ayah di Lampung Tengah, K (31), bunuh diri di tahanan. Polisi juga mengungkap permintaan K.

"Tersangka meninggal dunia gantung diri. Memang sebelum gantung diri dia sempat ada permintaan," ujar Kapolsek Kali Rejo, Iptu Edy Suhendar, saat dimintai konfirmasi, Senin (12/4/2021).

Edy mengatakan permintaan itu disampaikan beberapa hari terakhir. K meminta digabung bersama tahanan lain.

"Tersangka selama ini dipisah dari tahanan lain, tidak digabungkan karena tahanan lain takut. Mereka semua takut, jadi tersangka sempat minta digabung atau tidur bareng tahanan lain," katanya.

Permintaan K ditolak. Petugas juga khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Ya kan semua tahu kasusnya, ada takut nanti terjadi apa-apa saat tahanan sedang tidur. Maka dipisahlah tersangka sendirian di lorong dan tadi pagi," katanya.

K juga disebut sempat marah saat ditanyai soal kasusnya. K, katanya, mengaku tak menyesal usai memenggal ayahnya, Selamet.

"Diperiksa ada, ditanya-tanya juga lah oleh anggota. Ditanya apakah menyesal, kenapa dibunuh korban, dijawab 'Memang kenapa, apa urusan kalian. Itu urusan saya'," ujarnya.

Sebelum tewas, polisi menyebut sudah mengirim berkas kasus yang menjerat pemuda tersebut ke Kejaksaan. Sebab, meskipun dinyatakan gangguan kejiwaan kasus tidak serta-merta dapat dihentikan s.

"Memang ada rencana SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan). Tapi semua kan butuh proses dan berkas sudah dikirimkan ke Kejaksaan. Di sana kasus disampaikan, apakah lanjut atau dihentikan," katanya.

Sebelumnya, K ditahan usai diduga membunuh ayahnya pada 22 Maret 2021. Dalam aksinya, K diduga memenggal ayahnya lalu membawa kepala ayahnya keliling kampung.

Tindakan K kemudian membuat geger warga sekitar. K kemudian ditangkap dan dibawa ke RS Jiwa untuk diobservasi yang terakhir disimpulkan gangguan kejiwaan. Meski demikian, polisi tetap melanjutkan kasus ini dan menjadikan hasil pemeriksaan RSJ sebagai bukti di pengadilan nantinya.

Simak video 'Sadis! Pria Asal Lampung Tengah Pancung Kepala Ayah':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/haf)