Puan atau Prananda Bakal Gantikan Megawati?

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 13:21 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menutup Kongres V PDIP di Bali, Sabtu (10/8). Mega sempat berpose tiga jari bersama kedua anaknya Puan dan Prananda.
Foto ilustrasi (diambil sebelum pandemi COVID-19): Prananda Prabowo, Megawati, Puan Maharani. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum (Ketum) Megawati Soekarnoputri mulai bicara soal regenerasi kepemimpinan di PDIP. Pembicaraan soal siapa calon Ketua Umum PDIP pengganti Megawati pun makin panas di lingkup internal PDIP.

Sabtu (10/4) kemarin dengan suara lantang, Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo menyebut Prananda Prabowo adalah sosok yang layak menggantikan Megawati. Lantas, apakah Prananda benar-benar lebih baik dibanding adiknya, Puan Maharani, yang kini duduk di kursi strategis sebagai Ketua DPR RI setelah menjabat Menko PMK?

"Selama ini yang kita tahu, yang diberi posisi di depan itu kan Puan Maharani ya kan, jadi memang Prananda lebih berperan sebagai orang di belakang layar," kata Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan, saat berbincang dengan detikcom, Senin (12/4/2021).

Selama ini, di lingkup internal PDIP, Prananda memang dikenal sebagai orang di balik kebijakan-kebijakan strategis PDIP. Namun karena jarang muncul ke permukaan, menurut Djayadi, Prananda jadi kurang dikenal publik.

"Belum teruji apakah dia bisa menjadi wajahnya PDIP atau tidak, kalau Puan sudah mulai kelihatan. Tinggal masalahnya, tinggal kualitas dari popularitas Puan," ujar Djayadi menganalisis.

Djayadi HananDjayadi Hanan (Ari Saputra/detikcom)

Jayadi melihat sosok Prananda masih misterius di depan publik. PDIP harus mengorbitkannya terlebih dahulu jika memang ingin mendaulat menjadi Ketum PDIP penerus Megawati Soekarnoputri. Sementara Puan Maharani, meskipun populer, elektabilitasnya masih jauh dari sempurna.

"Prananda dari segi publik kan masih misterius, jangan-jangan kalau diorbitkan PDIP bisa melebihi Puan Maharani. Kelemahan Puan Maharani adalah meski dia kelamaan menjadi politisi dan menjadi menteri, popularitasnya tinggi tetapi kualitas popularitasnya itu tidak menjadi baik. Elektabilitasnya sebagai capres selalu di luar 10 besar ya kan," imbuh Jayadi Hanan.

Lihat juga video 'Mega Legowo Jika Kelak Tak Lagi Pimpin PDIP, Asal...'':

[Gambas:Video 20detik]






Selanjutnya, keterangan FX Hadi Rudyatmo:

Selanjutnya
Halaman
1 2