Pemuka Agama Diminta Beri Pemahaman soal Vaksinasi Tak Batalkan Puasa

Nurcholis Maarif - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 12:09 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyebut menjelang Ramadhan, para pemangku kepentingan harus segera menyesuaikan strategi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 nasional. Pemahaman masyarakat terkait vaksinasi yang tidak membatalkan puasa, harus ditingkatkan.

"Masyarakat harus benar-benar memahami bahwa vaksinasi COVID-19 saat menjalankan ibadah puasa aman dan tidak membatalkan puasa," kata Rerie, sapaan akrabnya, dalam keterangannya, Senin (12/4/2021).

Diungkapkannya, pada pertengahan Maret lalu, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan fatwa bahwa vaksinasi COVID-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular tidak membatalkan puasa. Hal itu tertuang dalam Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi COVID-19 Saat Berpuasa.

Menurut Rerie, Fatwa MUI tersebut harus benar-benar dipahami oleh masyarakat sehingga proses vaksinasi COVID-19 tidak tersendat dan bisa dituntaskan.

"Keraguan sebagian masyarakat tentang proses vaksinasi pada bulan Ramadhan membatalkan puasa harus segera diluruskan bahwa hal itu tidak benar, agar proses vaksinasi COVID-19 secara nasional dapat berjalan sesuai rencana," ujarnya.

"Para tokoh dan pemuka agama diharapkan ikut membantu memberi pemahaman soal vaksinasi di bulan Ramadhan tersebut," jelas anggota majelis Tinggi Partai NasDem tersebut.

Selain itu, jelas Rerie, strategi pelaksanaan vaksinasi pada bulan Ramadhan juga harus disesuaikan, agar minat masyarakat untuk divaksinasi tetap tinggi.

Pada program vaksinasi nasional, Pemerintah memasang target total vaksinasi COVID-19 sebanyak 181,55 juta orang. Ini agar 70% populasi penduduk Indonesia dapat menerima vaksin sehingga membentuk kekebalan kelompok yang diharapkan membantu dalam pengendalian COVID-19 di Tanah Air.

Data yang tercantum pada laman resmi Satgas COVID-19, per 10 April 2021 mencatat total yang sudah mendapat vaksinasi pertama mencapai 9,95 juta (5,48% dari target). Sedangkan total jumlah orang yang sudah mendapat vaksinasi kedua di Indonesia mencapai 5,05 juta (2,78% dari target).

(ncm/ega)