Kejati Sulsel Sita Kafe-Percetakan Milik Tersangka Kredit Fiktif Rp 25 M

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 10:08 WIB
Pegawai Bank Sulselbar Ditahan Kejati Sulsel di kasus Kredit Fiktif Rp 25 M (Foto: Hermawan/detikcom)
Pegawai Bank Sulselbar Ditahan Kejati Sulsel di kasus Kredit Fiktif Rp 25 M (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel menyita sejumlah aset tersangka kredit fiktif di Bank Sulselbar senilai Rp 25 M, Ikbal Reza Ramadhan. Aset Ikbal yang disita penyidik salah satunya bangunan kafe, percetakan, hingga salon milik tersangka Ikbal.

"Benda yang berhasil disita berupa aset milik tersangka IRR (Ikbal Reza Ramadhan) atau yang terkait dengan tindak pidana yang disangkakan kepada IRR berupa bangunan kafe, carwash, vape store, percetakan, salon, dan 1 unit rumah," kata Kasi Penkum Kejati Sulsel, Idil, saat dikonfirmasi, Senin (12/4/2021).

Selain bangunan, penyidik menyita beberapa kendaraan roda dua dan roda empat. Lokasi penyitaan ini dilakukan di Makassar dan Bulukumba. Aset lain yang disita adalah milik adik IRR, yaitu Ayu Yuandini.

"Dia (Ayu Yuandini) selaku CEO Labissa Group, yang juga merupakan adik kandung dari Tersangka. Penyitaan terhadap Rumah dan Bangunan (benda tidak bergerak) dilakukan setelah diterimanya penetapan izin dari Ketua Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Makassar, adapun penyitaan terhadap benda bergerak berupa beberapa kendaraan tersebut selanjutnya akan dimintakan persetujuan penyitaan kepada Ketua Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Makassar," terangnya.

"Terhadap aset tersangka yang telah disita, nantinya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara pada proses selanjutnya," imbuhnya.

Ikbal Reza Ramadhan ditetapkan sebagai tersangka terkait Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Uang (TPPU) terkait Pemberian Kredit Usaha Mandiri (KUM) dan Kredit Usaha Lainnya (KUL) secara fiktif oleh Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba dari tahun 2016-2021, yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 25 miliar.

Ikbal merupakan Account Officer Bank Sulselbar Cabang Utama Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat ini Ikbal ditahan di Lapas Kelas I Makassar dalam 20 hari ke depan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Simak juga 'KPK Sita Rp 89,9 M dari Kasus Suap Ekspor Benur Edhy Prabowo':

[Gambas:Video 20detik]



(fiq/zap)