Round-Up

Dibangunnya Tugu Sepeda Ratusan Juta demi Hidup Sehat Warga Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 07:34 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan Tugu Sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (7/4/2021). 

Pembangunan tugu yang berbentuk satu buah ban sepeda berukuran raksasa tersebut sebagai pengingat momentum penggunaan sepeda yang masif digunakan masyarakat Ibu Kota di tengah pandemi COVID-19.
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini tengah mengerjakan pembangunan proyek tugu sepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Pembangunan ini menelan biaya Rp 800 juta dengan menggunakan dana dari pihak swasta.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku yakin tugu sepeda itu bakal jadi spot foto bagi kalangan milenial. Dia menyebut penganggaran terhadap tugu sepeda pun sudah diteliti oleh tim konsultan.

"Biayanya kan sudah dikaji dan diteliti oleh konsultan, tentu semua mengenai harga ada standar yang memenuhi syarat-syarat tertentu. Jadi silakan nanti ditanya oleh konsultan, kenapa biaya Rp 800 juta? Tentu yang namanya kita harus menghargai daripada seniman, seni rupa kita yang membuat dan para konsultan tentu nanti akan jadinya akan baik, cantik, menarik, dan menjadi ikon di Jakarta, tempat selfie bagi teman-teman milenial," kata Riza di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/4)

Riza mengatakan pihaknya telah mengalokasikan pendanaan terhadap seluruh sektor secara proporsional. Dia menyebut pembangunan tugu sepeda menggunakan dana koefisien lantai bangunan (KLB).

"Ya semua kan ada alokasinya, pendidikan, sosial, kesehatan, olahraga, agama, semua dialokasikan tentu alokasinya sangat proporsional ya, kita memperhatikan sumber pendanaan dari mana nih, dari pihak ketiga bukan dari APBD, partisipasi dari swasta, dan kita mengalokasikan sesuai dengan peruntukannya, ini dana kurang lebih dari KLB," tuturnya.

Pria yang akrab disapa Ariza ini kemudian mengungkapkan tujuan dibangunnya tugu sepeda itu. Menurut Riza, tugu sepeda ini dibangun demi mendorong hidup sehat masyarakat selama pandemi virus Corona (COVID-19).

"Ya justru karena di masa pandemi ini kita ingin mendorong masyarakat hidup sehat, hidup bersih, lingkungan yang bersih, udara yang bersih dengan cara menggunakan sepeda," ujar Riza kepada wartawan di Grand Cempaka Hotel, Jakarta Pusat, Minggu (11/4).

Riza mengklaim pembangunan tugu sepeda ini membuat masyarakat lebih berpacu menggunakan sepeda. Dia menyebut akan terus mengkampanyekan kepada masyarakat agar menggunakan alat transportasi sepeda

"Kita ingin sepeda ini tidak hanya digunakan alat rekreasi, olahraga tapi juga alat transportasi," kata Riza.

Politikus Gerindra ini memastikan keberadaan tugu sepeda itu tidak akan mengundang adanya kerumunan. Lokasi yang dipilih, kata Riza, sudah diperhitungkan sehingga nantinya bisa menjadi ikon baru DKI Jakarta.

"Sudah kita perhitungkan dengan para konsultan, para ahli (lokasi) tempat yang terbaik tidak mengganggu justru akan menjadi ikon baru di Jakarta dan komitmen kita pada pengguna sepeda dan masyarakat," ucap Riza.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Syafrin Liputo mengatakan tugu sepeda akan ditargetkan selesai bulan depan. "Sama, seluruhnya akan dituntaskan," kata Syafrin kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/4).

Namun ternyata, pembangunan ratusan juta ini menuai kritik dari berbagai pihak. Salah satunya warga yang menjadi pejalan kaki.

Salah satu warga, Alifah, menilai Tugu Sepeda itu tak efektif dan khawatir malah jadi titik kumpul pesepeda yang kemudian mengganggu pejalan kaki. Dia menilai pembangunan Tugu Sepeda di atas trotoar adalah hal yang tak tepat.

"Mungkin kalau misalnya tugunya aja yang di sini dan di sekelilingnya nggak ada apa-apa, mungkin nggak begitu mengganggu ya. Tapi takutnya nanti malah jadi tempat kayak buat nongkrong. Itu bisa mengganggu sih," kata Alifah.

Warga lainnya, Ilham, turut mengkritik keputusan Pemprov DKI Jakarta membangun Tugu Sepeda di atas trotoar. Dia menilai keberadaan Tugu Sepeda mengganggu pejalan kaki yang ramai melintasi trotoar di Jalan Sudirman setiap harinya.

"Untuk anggaran Rp 800 juta, walaupun bilangnya dari pihak swasta, menurut saya ini sangat tidak lazim. Mungkin uang itu bisa digunakan untuk hal lain misalnya shuttle sepeda atau garapan pembangunan lainnya," ujar Ilham.

Kritik juga datang dari DPRD DKI Jakarta. Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP khawatir Jakarta makin rusak gara-gara pembangunan Tugu Sepeda.

"Tugu itu dibangun untuk menghormati seseorang/sesuatu yang legendaris, dengan pengorbanan atau patriotiknya. Apa yang legendaris dari sepeda? Malah justru selalu minta diprioritaskan dan mengambil anggaran dari APBD, bukan meringankan, malah membebani. Akan rusak sebuah kota kalau dipimpin dengan cara-cara seperti ini, karena kepentingan sekelompok lalu dibuat tugu di ibukota dan di jalan utama/protokol," ujar anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak kepada wartawan, Jumat (9/4).

"Saya melihat Pemprov DKI tidak mengerti bahwa ada skala prioritas dalam pengeluaran, kebijakan dan lain-lain," imbuhnya.

Tonton video 'Penampakan Proyek Tugu Sepeda Rp 800 Juta di Sudirman Jakpus':

[Gambas:Video 20detik]



(whn/dhn)