Wagub Klaim Korban Bencana Banjir-Longsor di NTT Sudah Dapat Bantuan

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 21:17 WIB
Sejumlah pengungsi banjir bandang beristirahat di posko pengungsian MAN 2 Weiwerang, Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (7/4/2021). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat 18 tempat pengungsian di enam kabupaten yang menampung pengungsi bencana alam yang dipicu akibat dari siklon tropis Seroja. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Korban bencana di NTT (Foto: Antara Foto/Aditya Pradana Putra)
Kupang -

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi memberikan update informasi terkini seputar bencana banjir bandang dan longsor. Josef memastikan para korban sudah mendapatkan bantuan.

"Sampai dengan hari ini yang mengalami korban (di) desa-desa, Kabupaten, mengalami korban relatif sudah mendapatkan bantuan," ujar Josef dalam siaran streaming di akun YouTube BNPB Indonesia, Minggu (11/4/2021).

Bantuan tersebut, sambung Josef, berupa makanan, minuman, selimut, hingga kebutuhan pokok lainnya. Josef memastikan bantuan sudah tersalurkan.

"Mulai besok kami akan teruskan lagi lagi dengan bantuan-bantuan baik melalui darat melalui laut dan melalui udara," terang Josef.

KRI Ahmad Yani yang mengangkut bantuan bagi korban bencana akan bertolak ke Sumba Timur, besok (11/4). Sementara Pemprov NTT akan menyiapkan kapal feri guna menyalurkan bala bantuan ke Kupang.

Selain itu, para pengungsi juga sudah direlokasi. "Kita sudah minta untuk pindahkan ke rumah-rumah penduduk, supaya ya menghindar klaster baru Covid," jelas Josef.

Data terakhir BNPB yang tercatat hingga Sabtu (10/4/2021), disebutkan bahwa total 174 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang hingga longsor di NTT.

"Kami sampaikan perkembangan terakhir korban meninggal maupun korban hilang. Total 174 meninggal, 48 hilang," kata Kepala BNPB Doni Monardo, Sabtu (10/4/2021) malam.

(isa/aik)