1 Penyerang Warga Kaltim hingga Tewas Ditangkap Polisi

Suriyatman - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 16:39 WIB
borgol tahanan
Ilustrasi borgol (Robby Bernardi/detikcom)
Samarinda -

Polisi menangkap seorang pelaku penyerangan terhadap pemilik lahan, Burhanuddin, di kawasan Handil Bakti, Samarinda, Kalimantan Timur. Korban diketahui tewas dengan luka tembak di tubuh.

Informasi mengenai penangkapan pelaku ini dibenarkan oleh Kabag Operasional Polresta Samarinda Kompol Andi Supriadi kepada wartawan, Minggu (11/4/2021). Pelaku ditangkap di rumah kontrakan di kawasan Sempaja.

"Benar pelaku sudah kita amankan tadi subuh sekitar pukul 03.00 WITA dini hari, bersama pelaku polisi juga mengamankan senjata tajam jenis," kata Andi.

Andi mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan kerja sama dari tim Polresta Samarinda dan Polda Kaltim.

Sebelum menangkap pelaku, polisi menginterogasi sejumlah saksi yang mengetahui insiden penembakan terhadap warga. Dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui berinisial AR.

Polisi langsung menangkap AR di rumah kontrakannya. Kepada petugas, AR mengaku melakukan penembakan sebanyak 2 kali menggunakan senjata jenis penabur. Dia juga mengaku menggorok korban.

"Senjata panjang penabur diakui pelaku dititipkan kepada rekannya," ujar Andi.

Polisi saat ini masih mengejar para pelaku lain. Polisi juga mengimbau warga tetap tenang.

"Ini kriminal murni jadi kami mengimbau warga agar tetap tenang. Serahkan penanganan hukum kepada kepolisian tetap menjaga situasi agar terus kondusif," harap Andi.

Sebelumnya diberitakan, warga Kecamatan Palaran diserang gegara persoalan perebutan lahan. Akibatnya, satu orang tewas dan 6 orang terluka.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (10/4/2021) pukul 10.00 Wita. Korban yang tewas dan terluka itu terkena senjata tajam yang dibawa oleh kelompok penyerang.

"Ada enam warga yang terluka akibat terkena senjata tajam jenis penabur. Satu warga terkena senjata tajam tersungkur dan diduga lehernya digorok dengan senjata tajam," kata Kapolsek Palaran AKP Roganda saat dihubungi detikcom, Sabtu (10/4).

Menurut Roganda, peristiwa tersebut terjadi lantaran perebutan lahan antara warga sekitar dan kelompok Empang Jaya. Diketahui, ada 20 warga yang melakukan penyerangan.

"Dari keterangan saksi, saat penyerangan ada lebih dari 20 orang yang mendatangi mereka, dan melakukan penyerangan," ujarnya.

"Korban luka-luka sudah kita larikan ke rumah sakit, sedangkan korban meninggal telah kita evakuasi sekitar pukul 16.00 Wita," tambahnya.

(knv/knv)