Aksi Pelarian Buron Penguasa Lahan KAI di Medan Rp 11 Miliar Terhenti

Datuk Haris Molana - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 15:25 WIB
Kejati Sumut Tangkap Buron Kasus Penguasaan Lahan PT KAI Medan (Foto: dok Istimewa)
Kejati Sumut Tangkap Buron Kasus Penguasaan Lahan PT KAI Medan (Foto: dok Istimewa)
Medan -

Aksi pelarian TS, buron kasus penguasaan lahan PT KAI Medan, terhenti. TS ditangkap tim Tabur Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) bersama tim intelijen Kejaksaan Agung.

TS ditangkap di kontrakannya di Depok, Jawa Barat. Penangkapan itu terjadi pada 10 April 2021.

Setelah ditangkap, tersangka langsung diterbangkan ke Medan. Pemeriksaan ini guna mendalami kasus penguasaan lahan PT KAI Medan.

"Selanjutnya tersangka dititipkan di rumah tahanan polisi (RTP) Kepolisian Daerah Sumatera Utara selama 20 hari terhitung mulai tanggal 10 April sampai 29 April 2021," sebut Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian dalam keterangannya, Minggu (11/4/2021).

Kejadian itu bermula pada 1996. Saat itu terjadi proses sewa-menyewa antara MAS dan PT KAI. Kemudian MAS meninggal dunia sehingga proses sewa-menyewa dilanjutkan oleh anaknya, TS.

Kejati Sumut Tangkap Buron Kasus Penguasaan Lahan PT KAI Medan (Foto: dok Istimewa)Kejati Sumut Tangkap Buron Kasus Penguasaan Lahan PT KAI Medan (Foto: dok Istimewa)

Namun, TS kemudian mengklaim secara sepihak bahwa tanah itu milik orang tuanya, MAS. Klaim itu didasari surat keputusan (SK) camat. PT KAI pun melaporkan kejadian itu ke Kejati Sumut.

Setelah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan tertanggal 21 November 2019, tersangka dipanggil untuk memberikan keterangan terkait penguasaan lahan tersebut. TS pun tidak pernah memenuhi panggilan tim jaksa penyidik hingga akhirnya diterbitkan DPO (daftar pencarian orang) oleh Kejati Sumut pada Januari 2020.

Lahan seluas 597 meter persegi yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 2 AA Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Timur, Senin (13/4/2020), dieksekusi berdasarkan izin sita dari PN Medan dengan Nomor 13/SIT/Pidsus-Tpk/2020 tanggal 30 Maret 2020 dan surat perintah penyitaan Kajati Sumut Nomor 689/L.2/Fd.1/04/2020 tanggal 6 April 2020.

Sumanggar menjelaskan, walaupun kontrak telah berakhir, TS tetap menguasai lahan dan mengkavlingnya dengan menyewakan kembali ke warga dengan beragam unit usaha.

"Berdasarkan penghitungan Kantor Akuntan Publik, diperoleh perhitungan kerugian negara dari sewa menyewa lima tahun ke depan dan lima tahun ke belakang atas lahan seluas 597 meter persegi tersebut mencapai Rp 11.255.502.000," ujar Sumanggar.

Jaksa menjerat tersangka dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Sumanggar menambahkan bahwa alasan kejaksaan menahan tersangka adalah keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka telah melarikan diri, akan merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana, serta akibat perbuatan korupsi yang dilakukan telah mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Simak juga 'Buron Kasus Korupsi Rehab Pasar Manggisan Jember Diciduk':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/dhn)