Tertinggi di Indonesia, DKI Jakarta Sudah Vaksinasi 496.450 Orang

Angga Laraspati - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 15:16 WIB
Lansia berusia 102 tahun, Inna Wati yang menerima suntikan vaksin COVID-19 di Puskesmas Poris Plawad, Kota Tangerang, Banten, Minggu (11/4/2021). Salah satu warga lanjut usia tertua di Indonesia mengikuti vaksinasi COVID-19 dalam kondisi sehat dan berharap dapat memotivasi masyarakat untuk tidak takut mengikuti program vaksinasi COVID-19 yang dicanangkan pemerintah. ANTARA FOTO/Fauzan/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN
Jakarta -

DKI Jakarta menjadi daerah yang telah melakukan vaksinasi lansia tertinggi di Indonesia yaitu mencapai 496.450 orang. Bahkan, untuk wilayah Jakarta Pusat vaksinasi untuk lansia telah menjangkau 95,31 persen dan Kepulauan Seribu mencapai 62,73 persen.

Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman yang juga Plt. Asisten Kesra Suharti Sutar mengatakan capaian ini berkat pihaknya menyiapkan berbagai langkah. Salah satunya, sentra vaksinasi di tingkat kecamatan dan kelurahan, di luar puskesmas dan rumah sakit.

Menurutnya, sentra vaksinasi ini lebih diminati lansia karena lebih dekat dengan rumah dan bisa bersama teman-teman dari lingkungan masing-masing.

"Tentunya juga ditambah sentra vaksinasi besar yang dibantu oleh Kemkes dengan SDM gabungan dari pemerintah pusat dan daerah," ujar Suharti dalam keterangan tertulis, Minggu (11/4/2021).

Dia menambahkan pihaknya juga melibatkan lebih banyak fasilitas kesehatan swasta baik sebagai lokasi vaksinasi maupun dalam menyediakan SDM di sentra vaksinasi nonfaskes. Kemudian juga sistem untuk membantu pendaftaran dan penjadwalan lansia karena tidak semua lansia familiar dengan sistem online.

Suharti mengatakan data by name menggunakan data dukcapil diberikan penjadwalan sampai tingkat RT untuk dimanfaatkan tim RT memberitahu lansia jadwal dan lokasinya. Pihaknya juga mengupayakan dalam satu RW divaksinasi di satu lokasi yang sama untuk kemudahan pengelolaan di lapangan.

Sedangkan, untuk warga yang belum terjadwal karena tidak ber-KTP DKI atau yang lokasinya jauh karena alamat domisili berbeda tetap dimungkinkan divaksinasi, baik dengan mendaftar melalui online maupun melaporkan diri ke ketua RT.

"Kami juga melakukan komunikasi secara intensif dengan tim pusat untuk mendapatkan secara rutin data lansia yang sudah divaksinasi untuk kemudian dipadankan dengan data Dukcapil untuk memonitor lansia yang belum divaksinasi untuk kemudian diinformasikan ke bawah," kata Suharti.

Suharti melanjutkan Pemda DKI Jakarta juga menyediakan fasilitas transportasi dengan Bus Sekolah dan TransJakarta untuk wilayah-wilayah yang lokasi vaksinasinya cukup jauh. Kelurahan serta RT/RW juga menyiapkan dukungan transportasi termasuk penjemputan lansia menggunakan sepeda motor.

Pemda DKI Jakarta juga melakukan kolaborasi dengan pihak swasta, di antaranya dengan Gojek dan Grab untuk memberikan kemudahan berupa biaya gratis atau pemotongan biaya pengantaran lansia ke lokasi vaksinasi. Kerja sama juga dilakukan dengan organisasi masyarakat dan bisnis untuk menyiapkan sentra vaksinasi dgn SDM kesehatan dari pihak Pemda.

"Kami juga koordinasi dengan jajaran TNI Polri untuk purnawirawan," tutur Suharti.

Hal lain yang tidak ketinggalan, adalah komunikasi publik dilakukan secara intens baik melalui platform media sosial maupun melalui jalur wilayah menggunakan WhatsApp Grup. Saat ini hampir semua RT di Jakarta memiliki WhatsApp.

Pada Februari, Suharti mengatakan pihaknya juga mengusulkan pada Kementerian Kesehatan untuk dimungkinkan vaksinasi pendamping lansia dan akhirnya disetujui. Kemudian pihaknya juga melakukan monitoring dan evaluasi 2 kali per pekan yang melibatkan wilayah sampai tingkat kelurahan.

"Sejak tanggal 9 April, pelaksanaan vaksinasi lansia melibatkan seluruh SKPD. Setiap kecamatan dikoordinasi satu SKPD yang juga menetapkan koordinator untuk setiap kelurahan. Tugas mencakup pula edukasi dan mencarikan solusi jika ada kebutuhan-kebutuhan khusus," ucap Suharti.

(fhs/ega)