9 Hal Dipamerkan Yayasan Harapan Kita Selama Kelola TMII 44 Tahun

Afzal Nur Iman - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 15:08 WIB
Jakarta -

Usai sudah perjalanan Yayasan Harapan Kita dalam mengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) selama hampir 44 tahun. Yayasan Harapan Kita pun lantas membeberkan sejumlah hal yang dilakukannya selama mengelola TMII.

Sejumlah hal tersebut mulai dari tidak pernah menggunakan uang negara. Kemudian juga perihal TMII yang menjadi kebanggaan Indonesia.

"Kita sebagai penerima tugas negara tidak pernah mengajukan atau meminta kebutuhan anggaran, dari pengelolaan TMII kepada negara atau pemerintah," kata Sekretaris Yayasan Harapan Kita, Tria Sasangka Putra, dalam jumpa pers di Perpustakaan TMII, Jakarta Timur, Minggu (11/4/2021).

Berikut sejumlah hal yang dipamerkan Yayasan Harapan Kita:

1. Tak Pernah Pakai Uang Negara

Yayasan Harapan Kita menegaskan tidak pernah menggunakan uang negara. Semua anggaran yang dikeluarkan TMII disebut dibiayai oleh Yayasan Harapan Kita tanpa bantuan pemerintah.

"Pendanaannya dibiayai langsung oleh Yayasan Harapan Kita tanpa bantuan anggaran dari pemerintah," kata Sekretaris Yayasan Harapan Kita, Tria Sasangka Putra dalam jumpa pers di TMII, Jakarta Timur, Minggu (11/4/2021).

Tria mengatakan, selama mengemban tugas untuk mengelola TMII, Yayasan Harapan Kita tidak pernah mengajukan kebutuhan anggaran kepada negara. Yayasan Harapan Kita, lanjutnya, menanggung segala kebutuhan untuk TMII.

"Yayasan Harapan Kita sebagai penerima tugas negara tidak pernah mengajukan atau meminta kebutuhan anggaran dari pengelolaan TMII kepada negara atau pemerintah sesuai amanat Kepres No 51 Tahun 1977. Tentunya tidak selamanya pemasukan yang diperoleh badan pelaksana pengelola TMII dapat mencukupi kebutuhan operasional TMII ini," tuturnya.

2. Tak Pernah Rugikan Negara

Yayasan Harapan Kita menegaskan tidak pernah ada kerugian negara yang timbul dari pengelolaan TMII. Hal itu, kata Tria, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan oleh BPK.

"Yayasan Harapan Kita selalu memberikan bantuan kepada TMII yang termasuk membiayai secara mandiri peningkatan, pengembangan TMII sesuai dengan Keppres Nomor 51 Tahun 1977. Sehingga dengan demikian Yayasan Harapan Kita tidak pernah membebani dan merugikan keuangan negara," ungkap Tria.

Hal senada juga disampaikan Direktur Utama Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Tanribali Lamo. Tanribali mengungkapkan mengacu pada laporan BPK, tidak ada kerugian negara dalam pengelolaan TMII.

"BPK menyatakan kami tidak ada kerugian negara untuk hal ini dan ini berlaku 2018-2019-2020," kata Tanribali.

3. Bayar PBB Meski Tak Wajib

Yayasan Harapan Kita juga mengaku membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) TMII, meskipun berdasarkan peraturan yang ada, barang milik negara tidak diwajibkan untuk membayar pajak tersebut.

"Sebagai pengelola barang milik negara Yayasan Harapan Kita tetap membayar pajak bumi dan bangunan yang berdasarkan regulasi yang mengatur kewajiban PBB, terhadap barang milik negara sebenarnya dikecualikan untuk membayar PBB," ujar Tria.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2