Usai Diserang karena Masalah Lahan, Wilayah Palaran Samarinda Dijaga Polisi

Muhammad Budi Kurniawan - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 22:12 WIB
Aparat kepolisian menjaga ketat lokasi penyerangan warga Palaran
Aparat kepolisian menjaga ketat lokasi penyerangan warga Palaran (Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikcom)
Samarinda -

Penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Tani Empang Jaya terhadap warga Kelurahan Hadil Bakti,Kecamatan Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur mengakibatkan 1 orang tewas dan 6 terluka. Usai peristiwa itu, wilayah yang menjadi lokasi penyerangan dijaga ketat oleh polisi.

"Puluhan anggota unit Jatanras Polresta Samarinda di backup Brimob Polda Kaltim telah melakukan penjagaan di lokasi guna mengantisipasi terjadinya keributan susulan oleh kedua kelompok," kata Kabag Ops Polresta Samarinda, Kompol Andi Suriyadi, saat ditemui, Sabtu (10/4/2021) sore.

Kabag Ops Polresta Samarinda, Kompol Andi SuriyadiKabag Ops Polresta Samarinda, Kompol Andi Suriyadi (Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikcom)

Andi meminta masyarakat di lokasi kejadian tidak khawatir akan adanya bentrok susulan.Dia memastikan pengamanan akan dilakukan secara ketat.

"Kami minta masyarakat disana untuk tenang, kami kepolisian sudah melakukan pengamanan ketat," ujarnya.

Andi menerangkan kasus penyerangan warga itu kini diambil alih Polresta Samarinda. Dia menyebut sudah ada 4 saksi yang diperiksa.

"Saat ini sudah ada 4 saksi yang kami periksa, dan anggota saat masih mengumpulkan barang bukti," terangnya.

Andi menambahkan pihaknya sampai saat ini terus berupaya mengejar pelaku penyerangan yang menggunakan senjata rakitan berjenis penabur dan senjata tajam.

"Dari lokasi kita amankan peluru jenis Gotri, yang digunakan pelaku, sedangkan untuk senjata rakitan dan senjata tajam yang digunakan belum berhasil diamankan," tutup Andi.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (10/4/2021) pukul 10.00 Wita. Korban yang tewas dan terluka itu terkena senjata yang dibawa oleh kelompok penyerang.

"Ada enam warga yang terluka akibat terkena senjata tajam jenis penabur. Satu warga terkena senjata tajam tersungkur dan diduga lehernya digorok dengan senjata tajam," kata Kapolsek Palaran AKP Roganda saat dihubungi detikcom, Sabtu (10/4/2021).

(eva/eva)