Polda Papua Kirim 1 Peleton Brimob ke Beoga Pasca Penembakan Guru Oleh KKB

Wilpret Siagian - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 20:10 WIB
Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri
Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri (Wilpret/detikcom)
Jayapura -

Polda Papua mengirim 1 peleton personel gabungan Brimob dan Satgas Nemangkawi ke Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, setelah adanya penembakan terhadap dua guru oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Pengiriman personel itu dilakukan untuk perbantuan aparat kepolisian Polsek Beoga dalam mengejar KKB.

"Satu peleton Brimob organik dan Satgas Nemangkawi sudah kita kirim ke Beoga guna mem-backup Polsek Beoga," kata Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri di Jayapura, Sabtu (10/4/2021).

Mathius mengatakan tim tersebut akan mengejar KKB dan mengamankan warga setempat. Pihaknya juga akan memisahkan warga asli Beoga dengan pendatang.

"Kami akan memisahkan masyarakat pendatang yang dibantu oleh para tokoh agama di Distrik Beoga karena melihat ancaman dari KKB yang membuat masyarakat merasa ketakutan," katanya.

"Sebenarnya masyarakat asli Beoga dan KKB bisa dibedakan. Oleh karena itu, kita akan kirim juga tim dari Nemangkawi untuk bisa betul-betul mendapat sasaran yang terukur dan terbidik dengan baik sehingga para kelompok kriminal ini dapat segera diatasi," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, guru SMP bernama Yonatan Randen tewas ditembak KKB di Papua. Informasi tersebut dibenarkan oleh Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia.

Dia mengatakan satu orang yang menjadi korban baru penembakan oleh KKB merupakan guru SMPN 1 Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

"Kami kesulitan komunikasi, informasi sore tadi ada penambakan, korban bernama Yonatan Randen," Kaya Nyoman melalui pesan singkat, Jumat (9/4), yang diterima pukul 22.33 WIT.

Lokasi penembakan Yonatan berada di rumahnya yang beralamat di Ujung Bandara Beoga, Kabupaten Puncak. Polisi belum mengetahui umur guru asal Toraja tersebut.

Sehari sebelumnya (Kamis, 8/4), KKB juga melakukan penembakan terhadap guru SD bernama Oktovianus Rayo (43) di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Penembakan terhadap Oktavianus bermula sekitar pukul 09.50 WIT, saat orang tak dikenal (OTK) datang ke rumah Oktovianus.

Menurut Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal, saat itu korban sedang menjaga kios. Tiba-tiba OTK tersebut masuk ke rumah dan langsung melakukan penembakan ke arah korban.

(eva/eva)