Ke Ponpes Salafiyah di Banten, Kapolri Ingatkan Jangan Mau Dipecah Belah!

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 18:12 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Ponpes Salafiyah Tajur Falah
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Ponpes Salafiyah Tajur Falah (dok. Humas Polri)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan warga agar tak mudah dipecah belah. Sigit mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam menjadikan Indonesia lebih unggul dibanding negara lain.

"Kita mudah dipecah belah sehingga kemudian kita sibuk berhadapan dengan saudara-saudara kita sendiri, ribut dengan saudara-saudara kita sendiri. Tujuan nasional kita mewujudkan masyarakat adil dan makmur itu adalah tugas kita bersama yang dulu itu diwariskan pendiri bangsa. Itu yang harus kita ingat," kata Sigit saat meresmikan bangunan baru Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Tajur Falah di Desa Sipatung, Kecamatan Cipanas, Lebak, Banten, Sabtu (10/4/2021).

Sigit mengatakan bangsa Indonesia pernah dijajah 350 tahun lamanya karena mudah dipecah belah. Namun, ketika Indonesia bersatu menjadi satu kekuatan, Indonesia berhasil mengalahkan para penjajah.

"350 tahun kita dijajah oleh Belanda dan dilanjutkan Jepang saat itu. Karena apa? Karena kita mudah terpecah belah. Kenapa mudah? Karena Indonesia ini negara yang sangat majemuk, sangat beragam, banyak pulau, banyak suku, banyak agama, etnis, sehingga paling mudah untuk diadu," tutur Sigit.

"Tapi manakala kita kemudian bisa mengelola keberagaman yang ada ini jadi suatu kekuatan, yang terjadi adalah sebaliknya," sambung dia.

Sigit melanjutkan tantangan terkini bagi Indonesia adalah COVID-19. Untuk itu, Sigit menyerukan agar semua pihak bersatu agar segera keluar dari masalah pandemi COVID-19.

"Tantangan kita dulu menghadapi penjajah, kita mampu bersatu. Saat ini kita menghadapi COVID-19, kita harapkan kita mampu bersatu, jangan mau lagi dipecah belah," terang Sigit.

"Pemilu pilkada, pilpres, sudah selesai, para elite politik sudah banyak yang bergabung. Tapi di bawah, grass root suasananya masih musuhan terus, padahal itu kan saudara sendiri, tapi itu yang selalu dilakukan untuk memecah belah," imbuh dia.

Tonton juga Video: Momen Densus 88 Geledah Ponpes di Sleman

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2