Jateng Jadi Percontohan Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 16:26 WIB
Ganjar Pranowo
Foto: Pemprov Jateng
Jakarta -

Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terpilih menjadi laboratorium dan program percontohan proses seleksi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2021. Sekaligus merupakan provinsi pertama yang menghelat kegiatan tersebut.

"Kita kemarin sudah putuskan dengan Dinporapar untuk memulai seleksi Paskibraka. Seleksinya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi seleksinya ingin lengkap maka kemarin kita kerja sama dengan BPIP agar di samping kesamaptaan ada ideologi," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/4/2021).

Ganjar menjelaskan, kerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk memberikan materi terkait penguatan ideologi Pancasila. Dia menyebut kerja sama ini sekaligus bisa menjadi percontohan proses seleksi Paskibraka tingkat provinsi di Indonesia.

"Ini yang kita lakukan bersama BPIP. Saya ucapkan terima kasih kepada BPIP. mudah-mudahan model kerja sama yang pertama ini bisa berlanjut," ujarnya.

Selain menggandeng BPIP, Ganjar mengatakan proses seleksi Paskibraka tingkat provinsi tahun ini turut melibatkan Dinas Kesehatan dan Satgas COVID-19 mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi. Proses seleksi ini juga sebagai bentuk adaptasi dengan kebiasaan baru di masa pandemi Corona.

"Untuk teknis, semua kita libatkan karena prokesnya ketat sekali. Jadi seleksi tetap kita laksanakan sambil membiasakan agar selalu ada adaptasi kebiasaan baru di antara kawan-kawan yang mengikuti proses event ini kan memang juga tidak banyak. Maka kendali kita minta dilakukan oleh panitia seleksi dengan baik," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho Rachmadi mengatakan dirinya merasa optimis saat Jateng ditunjuk sebagai penyelenggara program percontohan proses seleksi calon anggota Paskibraka 2021. Apalagi ada beberapa daerah yang ternyata tidak melaksanakan seleksi namun melakukan penunjukkan karena kondisi yang ada.

Bahkan dalam waktu dekat, lanjut dia, Jateng juga akan menggelar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) menggunakan metode hybrid yakni dilaksanakan secara langsung dan virtual.

"Sesuai arahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, segala proses dapat dihelat dengan menjalankan kepatuhan pada protokol kesehatan (Prokes). Agak ketat, iya, karena itu keniscayaan menuju keadaan normal baru," ujar dia.

Diungkapkan Sinoeng, dalam proses seleksi pihaknya juga berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 dan Dinas Kesehatan Jawa Tengah. Kerja sama juga terjalin dengan pihak lain, seperti Polda Jateng, Kodam IV/Diponegoro, Alumni Purna Paskibraka Indonesia-Jawa Tengah, serta Perguruan Tinggi.

Komunikasi itu, kata dia, kemudian didorong ke kabupaten/kota dan telah disetujui. Peserta seleksi yang akan dikirim sesuai kriteria diimbau untuk taat terhadap prokes.

''Mereka yang dikirim dari hasil seleksi kabupaten/kota, kami terima dan telah bergabung di kegiatan ini. Di saat yang bersamaan, perwakilan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Kemendagri hadir di sini untuk mengamati proses itu. Termasuk dalam hal konten pembekalan (coaching)," paparnya.

Di sisi lain, Deputi Pengendalian dan Evaluasi BPIP, Rima Agustina menekankan proses tersebut sudah sejalan dengan Perpres nomor 13 tahun 2021 tentang Pembinaan Ideologi Pancasila kepada generasi muda melalui program Paskibraka. Dia menilai hal tersebut turut membuka kesempatan kepada mereka untuk dapat berkontribusi lebih luas kepada bangsa dan negara dengan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila.

"Saya yakin, adik-adik peserta seleksi Paskibraka merasa bangga karena merupakan orang-orang terpilih yang mewakili teman-teman yang lainnya. Selanjutnya, peserta terpilih dari program ini akan menjadi wakil Jateng di tingkat nasional," pungkasnya.

Tonton juga Video "Paskibraka 2020: Upacara dengan Protokol Covid-19 Lebih Sulit":

[Gambas:Video 20detik]



(mul/ega)