Round-Up

Kejutan Isran Noor Bilang 'Jokowi Masuk Surga' Jika Pindah Ibu Kota

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 05:35 WIB
Gubernur Kaltim Isran Noor.
Foto: Gubernur Kaltim Isran Noor. (Suriyatman-detikcom)

Respons KSP

Tenaga ahli KSP, Ali Mochtar Ngabalin, mengatakan pemindahan Ibu Kota telah melalui kajian sejak presiden pendahulunya. Karena itu, Ngabalin menyebut program perpindahan Ibu Kota ini merupakan harapan dari banyak pihak yang mendoakan dan cita-cita yang tertunda.

"Karena itu, ya apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi ini adalah harapan dari banyak orang di negeri ini, cita-cita yang tertunda. Cita-cita yang tertunda, karena itu tidak mungkin ini barang bisa berjalan kalau tidak mendapatkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat," ungkap Ngabalin saat dihubungi detikcom, Kamis (8/4/2021).

Ngabalin mengucapkan terima kasih terhadap Isran Noor yang mendoakan Jokowi masuk surga. Ia mendoakan kembali Isran Noor agar sehat selalu.

"Kemudian dengan doa banyak orang itu ditambah dengan doanya Isran Noor kemudian menjadi penyebab masuk surganya Pak Jokowi Alhamdulillah Hirobbil Alamin," kata Ngabalin.

Menurut Ngabalin, wacana pemindahan Ibu Kota telah dibahas sewaktu dia masih menjabat sebagai anggota DPR pada 2004-2009. Ngabalin yang saat itu juga tergabung dalam Pansus Ibu Kota negara sempat membahas perpindahan Ibu Kota, saat itu DKI Jakarta dipimpin oleh Gubernur Sutiyoso.

Pemindahan Ibu Kota telah dibahas oleh presiden terdahulu. Ngabalin mengatakan pemindahan Ibu Kota ini telah melalui beberapa kajian dan dukungan pihak lain yang menghendaki, sementara Presiden Jokowi dinilai berani mengambil keputusan tersebut.

"Nah, karena itu, cita-cita Sukarno, cita-cita Soeharto, cita cita juga Susilo Bambang Yudhoyono, orang orang terdahulu yang memimpin republik ini dan semua orang. Persoalannya kan baru di periode dan waktu yang tepat. Presiden yang tepat, di waktu yang tepat dan orang presiden yang berani mengambil keputusan," imbuhnya.

Menurut Ngabalin, tidak mungkin suatu program strategis nasional yang akan dijalankan Presiden kalau tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat. Karena itu, ia mengatakan pemindahan Ibu Kota ini bukan agar nama Jokowi dikenang, tetapi kebutuhan Ibu Kota negara karena sudah lama dikaji oleh pemimpin terdahulu.

"Ini bukan untuk nama baik Jokowi, bukan, ini bukan untuk seorang Jokowi, bukan. Selesai menjadi Presiden beliau kembali ke Solo, tidak ada lagi kegiatan apa-apa selain meneruskan kembali kegiatannya," ujarnya.

"Jadi kalau soal nama itu sudah lah nggak usah banyak orang yang nyinyir-nyinyir, yang mengembangkan berita dengan penuh bohong dan fitnah gak usah ditanggapi," imbuhnya.

Halaman

(mae/rfs)