Round-Up

Kala Depok Tak Sejalan dengan Pusat soal Aturan Buka Bersama

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 22:26 WIB
Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad menjelaskan tentang penanganan COVID-19 di Kota Depok
Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad (screenshot video)
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengeluarkan aturan tentang pelarangan buka puasa bersama selama Ramadhan 2021. Aturan ini ternyata tak sejalan dengan pemerintah pusat.

Pada Selasa (6/4/2021), pemerintah melalui Menteri Agama (Menag) membuat surat edaran yang menyatakan buka puasa bersama selama Ramadhan diperbolehkan. Asalkan, dibatasi 50 persen dari kapasitas satu ruangan.

Surat edaran itu ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Kepala Kankemenag Kab/Kota, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia, serta para pengurus dan pengelola masjid dan musala.

"Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan," bunyi surat edaran poin tiga.

Berikut ini panduan lengkap yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 03 Tahun 2021:

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar'i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama;

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti;

3. Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan;

4. Pengurus masjid/musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:

a. Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/musala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing;

b. Pengajian/ceramah/taushiyah/kultum Ramadan dan kuliah subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.

c. Peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat;

5. Pengurus dan pengelola masjid/musala sebagaimana angka 4 (empat) wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing;

Aturan di Kota Depok justru melarang warganya untuk buka puasa bersama, simak di halaman berikutnya.

Simak Video: Bukber-Salat Tarawih di Masjid Diperbolehkan, Ini Syaratnya

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2