Kapolri: Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT-NTB Harus Sampai ke Warga!

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 20:02 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo SIgit Prabowo cek wIlayah terdampak banjir bandang di Adonara dan Lembata
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo SIgit Prabowo tinjau lokasi bencana di Adonara dan Lembata. (dok. Polri)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan semua bantuan kemanusiaan korban bencana banjir di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) harus sampai ke tangan warga. Sigit juga meminta warga segera mendapat trauma healing.

"Harus dipastikan semua bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di NTT dan NTB sampai ke tangan warga dengan segera," kata Sigit kepada detikcom, Kamis (8/4/2021).

Seperti diketahui hari ini Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Sigit bertolak ke Lembata dan Adonara, NTT untuk memastikan bantuan sudah diterima para korban banjir. Selain melihat kondisi terkini warga di Waiwerang, Hadi dan Sigit meninjau sebuah jembatan yang luluh lantak diterjang banjir.

"Panglima TNI dan saya memastikan langsung bantuan kita untuk tindakan awal terkait kebutuhan masyarakat, pengungsi sudah didistribusikan sejauh mana. Kemudian proses pencarian korban hilang sejauh mana," ucap Sigit.

"Kondisi dapur lapangan untuk kebutuhan makan pengungsi seperti apa, tenda pengungsian cukup menampung warga atau tidak," sambung dia.

Sigit ingin semua pihak bergotong royong memulihkan kembali wilayah yang terdampak banjir bandang. Semua pihak juga diminta cepat tanggap terhadap kebutuhan masyarakat lainnya.

"Dilihat lagi, apa yang bisa dilakukan untuk warga, apa yang masyarakat butuhkan, termasuk penanganan trauma dan pelayanan pengobatan. Dari tim DVI juga membangun posko untuk mengidentifikasi korban meninggal dunia," ujar Sigit.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sebelumnya menetapkan status tanggap darurat terkait bencana angin siklon tropis, banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang pasang di Provinsi NTT. Masa tanggap darurat itu terhitung mulai 6 April sampai 5 Mei 2021.

Status keadaan tanggap darurat bencana itu ditetapkan melalui Surat Keputusan No 118/KEP/HK/2021 tertanggal 6 April 2021. Penetapan keputusan ini diambil berdasarkan dampak dari siklon tropis Seroja di Kota Kupang dan 21 kabupaten di wilayah NTT sejak 2 April sampai 5 April 2021.

Baca berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2