Jelang Ramadhan, DPRD Jateng Minta Pemprov Jaga Stok & Harga Sembako

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 19:23 WIB
Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng, Sri Marnyuni
Foto: DPRD Jateng
Jakarta -

Jelang Ramadhan, DPRD Provinsi Jawa Tengah mendorong asosiasi produksi pangan, pedagang dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama menjaga harga komoditas kebutuhan. Diharapkan dengan ini harga komoditas pangan tidak melonjak.

"Menjelang puasa, masyarakat sepertinya cukup tenang karena ketersediaan sembako lebih dari cukup. Untuk beras saja, saya rasa lebih dari cukup, baik makanan pokok maupun lauk pauk," ungkap Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng, Sri Marnyuni dalam keterangan tertulis, Kamis (8/4/2021).

Pernyataan ini disampaikan dalam 'Dialog bersama Parlemen-Prime Topic' dengan tema 'Ketersediaan dan Keterjangkauan Sembako Jelang Ramadhan & Lebaran'. Menurutnya beberapa harga pokok mulai merangkak naik di tengah daya beli masyarakat yang meningkat. Bila persediaan tetap, maka harga akan naik sehingga diperlukan cara dari pemerintah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar ketersediaannya tetap ada dan harganya terjangkau.

Selain itu, dibutuhkan teknologi untuk melancarkan kerja sama antardaerah atau kabupaten/kota mengenai informasi-informasi ketersediaan barang. Tidak lupa pemerintah harus memperkuat adanya 4 pilar, yakni dengan keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

"Jika keempat hal tersebut terpenuhi, maka akan ada dampak baik menjelang Ramadan dan selalu berdiskusi dengan OPD terkait guna memantau setiap pergerakan pasar di Jateng ini. Pemerintah juga akan selalu menerapkan kebijakan dengan mendorong dinas perdagangan yakni jauh-jauh hari sudah menghitung dan mengantisipasi, menganalisis, dan mengendalikan sampai pada mengeksekusi di pasar agar harga bisa diprediksi," lanjutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan (Dinperindag) Provinsi Jateng, Arif Sambodo menyebutkan gerakan harga hingga Maret masih stabil. Kenaikan inflasi juga masih terkendali sebesar 0,08%. Menurutnya adanya inflasi maka akan menunjukkan pergerakan ekonomi, yaitu permintaan barang pokok yang belum terlalu tinggi.

"Kondisi cuaca saat ini tidak seperti kemarin. Pada tahun kemarin, cuaca kurang bagus, kekeringan cukup tinggi, dan beberapa ada stok yang gagal panen. Namun, dibanding pada tahun ini, sekarang cuaca bagus dan membuat pangan tersedia secara stabil dan/atau tanaman-tanaman pokok bagus untuk dipanen," jelasnya.

Ia mengatakan pihaknya juga membentuk Satgas Pangan untuk melakukan pemantauan di setiap pasar untuk dilaporkan setiap harinya. Laporan tersebut mampu menjadi acuan dan pengawasan yang efektif guna mencegah kenaikan harga sembako yang dikhawatirkan tidak terjangkau lagi bagi masyarakat.

"Setiap hari kami koordinasi. Di kabupaten maupun kota, ketika ada pergerakan harga yang tidak terkendali, maka akan ada perbaikan yang cepat. Melakukan koordinasi Satgas Pangan dirasa efektif sekali untuk (memantau) harga yang bisa dijangkau masyarakat," paparnya.

Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta, Profesor Anton Setyawan mengatakan siklus tahunan terdapat pola lokal dan nasional. Dari sisi pengusaha dan pedagang berharap Ramadhan akan terjadi kenaikan permintaan. Namun, terdapat catatan khusus dari 2020-2021 adanya fenomena penumpukan stok. Saat survei pasar tradisional, saat ini permintaannya masih menurun.

"Apa yang dilakukan pemerintah secara periodik, sangat membantu mengenai kondisi harga dan stok ketersediaan serta posisi barangnya dimana. (Semua) harus selalu dikoordinasikan," jelasnya.

(ncm/ega)