Kasus Kredit Fiktif Rp 25 M, Pegawai Bank Sulselbar Ditahan Kejati Sulsel

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 19:22 WIB
Pegawai Bank Sulselbar Ditahan Kejati Sulsel di kasus Kredit Fiktif Rp 25 M (Foto: Hermawan/detikcom)
Pegawai Bank Sulselbar Ditahan Kejati Sulsel di kasus Kredit Fiktif Rp 25 M (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Account Officer Bank Sulselbar Cabang Utama Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Ikbal Reza Ramadhan, ditetapkan menjadi tersangka di kasus pemalsuan 106 kredit fiktif senilai Rp 25 miliar. Ikbal pun dijebloskan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel ke tahanan Lapas Kelas I Makassar.

"Berdasarkan hasil pertimbangan, secara objektif dan subjektif tersangka IRR (Ikbal Reza Ramadhan) dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Asintel Kejati Sulsel Yohanes Gatot Iriyanto kepada wartawan di kantornya, Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (8/4/2021) petang.

Gatot mengatakan Ikbal sejak 2016 hingga 2021 telah mengajukan kredit usaha mandiri dan kredit usaha lainnya secara fiktif di tempatnya bekerja, yakni Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba. Atas manipulasi itu, tersangka mengeruk keuntungan pribadi senilai Rp 25 miliar.

"IRR (Ikbal Reza Ramadhan) selaku account officer pada Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba dari 2016 sampai 2021 diduga telah melakukan pemalsuan 106 dokumen pengajuan kredit usaha mandiri dan kredit usaha lainnya sekaligus dia juga melakukan pemrosesan pemberian kredit dengan nilai kredit keseluruhan Rp 25 miliar dengan tujuan untuk keuntungan diri sendiri," jelas Gatot.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel Andi Faik mengatakan tersangka secara aktif memalsukan dokumen calon kreditur sehingga total dana kredit senilai Rp 25 miliar dikucurkan oleh bank.

"KTP diganti namanya, KK (kartu keluarga) diganti namanya," kata Faik.

"Sejauh ini hasil pemeriksaan perbuatan pemalsuan dokumen dan segala macam sudah kami peroleh bukti-buktinya. Yang bersangkutan juga aktif dalam pemrosesan sehingga nilai kredit Rp 25 miliar itu kucur," imbuhnya.

Selain itu, kata Faik, pihaknya tengah menelusuri lebih lanjut dugaan tindak pidana pencucian uang oleh tersangka. Diduga kuat, tersangka telah mengalihkan uang hasil kejahatannya ke sejumlah aset bangunan. Namun Faik mengaku belum bisa memberi penjelasan lebih lanjut lantaran khawatir aset itu digelapkan.

"TPPU-nya ada. Nanti kalau itu. Itu untuk amannya penyidikan belum bisa (dipaparkan lebih lanjut)," katanya.

Pantauan detikcom, Ikbal pada hari ini awalnya diperiksa selaku saksi di lantai 5 Kejati Sulsel usai di panggilan pertama, Senin (5/4) lalu, Ikbal mangkir. Pada pemeriksaan yang berlangsung sekitar 5 jam tersebut, Ikbal kemudian ditetapkan menjadi tersangka.

Dia dijerat penyidik dengan Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 Pasal 9 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana juncto Pasal 64 ayat 1 ke 1 KUHPidana Pasal 3 Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana dan Pencucian Uang (TPPU).

(hmw/mae)