Bareskrim Periksa Ekonom Ichsanuddin Noorsy Terkait Kasus Pencemaran Nama Baik

Adhyasta Dirgantar - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 17:43 WIB
Ekonom senior Ichsanuddin Noorsy (Foto: Adhyasta/detikcom)
Ekonom senior Ichsanuddin Noorsy. (Adhyasta/detikcom)
Jakarta -

Ekonom senior Ichsanuddin Noorsy dimintai keterangan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri. Ichsanuddin diperiksa sebagai saksi terkait dugaan pencemaran nama baik buntut dari kasus Bank Banten.

"Saya diminta keterangan sebagai saksi, dalam kasusnya, kasus Bank Banten, awalnya dalam pengawasan khusus BDPK yang kemudian meningkat jadi pengawasan intensif. Karena kerugian makin hari makin meningkat. Tapi di belakang itu ada ikutan juga masalah, katanya ada pencemaran nama baik. Nah, tadi ada 16 pertanyaan dari pukul 10.30 WIB, 10 halaman," ujar Ichsanuddin kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (8/4/2021).

Ichsanuddin mengatakan laporan dugaan pencemaran nama baik ini dibuat oleh seseorang bernama Awal Syarifudin. Menurutnya, Awal mengaku sebagai orang yang dekat dengan Gubernur Banten Wahidin Halim. Namun Ichsanuddin merasa tidak pernah mencemarkan nama baik pelapornya itu.

"Lalu bagaimana soal pencemaran nama baiknya, saya melihat ada orang Awal Syarifudin namanya dicemari begitu ya. Saya tidak tahu karena saya tidak pernah membuat pencemaran itu dan saya tidak pernah menyebarluaskannya. Dia merasa orang dekat Gubernur Banten," jelasnya.

Dalam pemeriksaan itu, Ichsanuddin mengaku menjelaskan perihal pernyataannya terkait Bank Banten. Dia memaparkan, pernyataannya terkait Bank Banten mengacu pada pendapat hukum dari Kejaksaan, putusan OJK dan kerugian yang semakin meningkat.

Dia juga mengaku turut membawa dokumen yang memperkuat pernyataannya tersebut. Ichsanuddin juga kembali menegaskan tidak pernah melakukan pencemaran nama baik.

"Artinya motif kan karena saya pernah menjadi orang yang diminta Paguyuban masyarakat Banten untuk mengkritisi, untuk membangun gimana Bank Banten saya merasa ikut bertanggung jawab. Karena sejak awal saya bilang problem Bank Banten adalah problem modal dan problem SDM yang mumpuni punya reputasi, kredibilitas yang cukup itu yang saya sampaikan konstruksinya," terang Ichsanuddin.

"Walaupun tidak masuk dalam pemeriksaan, saya sebut tadi 'Bank Banten sudah memilih dirut yang baru, direksi baru'. Dan direksi yang baru itu menemukan juga masalah-masalah yang saya temukan," imbuh dia.

Simak juga 'Mediasi Kasus Pencemaran Nama Baik, Vicky Prasetyo Ditemani Kalina':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)