309 Hektare Tanah Benny Tjokro Disita Jaksa Terkait Skandal ASABRI

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 16:48 WIB
Jakarta -

Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memasang plang 'disita' pada aset di Kabupaten Lebak, Banten, yang diduga milik tersangka kasus korupsi ASABRI, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro. Total ada 410 bidang tanah dengan luas 3.090.000 meter persegi atau 309 hektare yang dipasangi plang penyitaan.

"Pemasangan tanda penyitaan barang bukti kali ini adalah aset milik tersangka atau yang terkait tersangka BT berupa 410 bidang tanah dengan luas 3.090.000 m2 yang terletak di Kabupaten Lebak sebagai tindak lanjut dari proses penyitaan di Kabupaten Lebak pada 10 Maret 2021 lalu guna memastikan status barang bukti agar tidak dialihkan kepada pihak lain," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan pers tertulis, Kamis (8/4/2021).

Leonard menerangkan ratusan bidang tanah itu tersebar di beberapa kecamatan, yakni Cibadak, Kalanganyar, Sajira, hingga Rangkasbitung. Kejagung kemudian menitipkan ratusan bidang tanah itu ke kepala kecamatan setempat.

Berikut ini rincian tanah tersebut:

1. Kecamatan Cibadak sebanyak 38 bidang tanah
2. Kecamatan Kalanganyar sebanyak 39 bidang tanah
3. Kecamatan Sajira sebanyak 86 bidang tanah
4. Kecamatan Rangkasbitung sebanyak 247 bidang tanah.

Diberitakan sebelumnya, Kejagung telah menyita aset milik tersangka Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat. Terbaru, penyidik Kejagung menyita aset tanah dan bangunan di Kabupaten Bogor milik Benny Tjokro dan mobil Lexus milik Heru Hidayat.

"Penyitaan aset tersangka yang berhasil disita kali ini adalah aset yang terkait tersangka BTS berupa 328 bidang tanah dan/atau bangunan di atasnya dengan status sertifikat HGB yang luas seluruhnya kurang-lebih 193 hektare yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat," kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangannya, Rabu (7/4).

Penyitaan tersebut dilakukan pada Selasa (6/4) malam. Leonard mengungkap Kejagung telah mendapatkan izin dari Pengadilan Negeri Cibinong dengan Surat Penetapan Nomor : 10 / Pen.Pid / 2021 / PN.Cbi. tanggal 06 April 2021 untuk menyita bidang tanah dan/atau bangunan di atasnya itu.

"Terhadap aset tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya," ujarnya.

Kemudian penyidik juga menyita mobil Lexus nomor polisi B-16-SLR milik tersangka ASABRI, Heru Hidayat. Mobil ini disita dari hasil penggeledahan Kantor PT IIKP di Kembangan Jakarta Barat pada Selasa, 6 April 2021.

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka. Mereka adalah:

1. Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri sebagai Direktur Utama PT ASABRI periode 2011-2016
2. Letjen Purn Sonny Widjaja sebagai Direktur Utama PT ASABRI periode 2016-2020
3. Bachtiar Effendi sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT ASABRI periode 2012-2015
4. Hari Setianto sebagai Direktur Investasi dan Keuangan PT ASABRI periode 2013-2019
5. Ilham W Siregar sebagai Kepala Divisi Investasi PT ASABRI periode 2012-2017
6. Lukman Purnomosidi sebagai Presiden Direktur PT Prima Jaringan
7. Heru Hidayat sebagai Presiden PT Trada Alam Minera
8. Benny Tjokrosaputro sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk
9. Jimmy Sutopo sebagai Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations

(whn/dhn)